Survei Indikator: Publik Percaya Presiden Jokowi Mampu Atasi Pandemi

InfoaktualNews.com, Jakarta –

Lembaga Survei Indikator Politik merilis hasil survei nasional mengenai perubahan opini publik terhadap Covid-19.

Direktur Eksekutif Survei Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyatakan hasil survei menunjukkan kepuasan publik dengan langkah-langkah pemerintah dalam pencegahan penyebaran corona sedikit meningkat.

Pada bulan Juli sebanyak 55,3 responden mengaku puas, 34,6 kurang puas dengan kinerja pemerintah.

“Tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden dalam mengatasi pandemi masih cukup tinggi, tetapi terhadap Menteri Kesehatan cenderung rendah dan semakin rendah dibanding temuan sebelumnya,” kata Burhanuddin dalam rilis daring, Selasa (21/7/2020).

Survei dilakukan lewat sambungan telepon pada 13-16 juli 2020. Metode survei by phone responden 1.200 sapling frame. Sementara tingkat kepercayaan 95 persen dan margin eror 2,9 persen.

Sementara itu hasil survei juga menunjukkan publik cukup atau sangat puas atas kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di bawah pimpinan Doni Monardo, 62,4 persen.

“Mayoritas publik puas atas kinerja Kepolisian dalam membantu pelaksanaan kebijakan penangan wabah. Mayoritas publik percaya Kepolisian dan TNI dalam menjaga keamanan selama wabah berlangsung.

Mayoritas menilai kinerja TNI dan Polri dalam menjaga keamanan selama masa wabah sudah cukup atau sangat kompak, 81 persen,” terangnya.

Terkait angka kepuasan terhadap kerja Jokowi sekitar 65,1 persen. “Tren kepuasan ini tampak cukup stabil dibanding dua bulan lalu, meski tampak sedikit turun dalam setahun terakhir,” ucapnya. (IAN-Dw1)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)