Pemda Sumbawa Kolaborasi Bangun 72 Rumah Warga Batu Rotok

  • Bagikan

Sumbawa, InfoaktualNews –

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Sumbawa Drs H Burhanuddin MT dalam keterangannya kepada awak media kemarin menyatakan, sesuai dengan hasil rapat koordinasi tim Pemda Sumbawa dibawah koordinator Sekda Sumbawa, terkait dengan penanganan pembangunan kembali atas 72 rumah milik warga masyarakat (korban) kebakaran di Desa Batu Rotok Kecamatan Batulanteh Kabupaten Sumbawa NTB itu, maka Pemda Sumbawa bersama Pemprov NTB melakukan kolaborasi dalam mengalokasikan anggaran pembangunannya, sehingga diharapkan dalam bulan Desember 2020 ini pembangunannya sudah bisa terlaksana sebagaimana yang diharapkan.

Ket.72 Foto: Kondisi Rumah Pasca Kebakaran di Batu Rotok (Ist).

Saat ini Pemda Sumbawa bersama Pemprov NTB terang Haji Bur akrab pejabat low profil ini disapa, tengah memproses anggarannya, dengan jumlah alokasi anggaran yang telah disepakati dan terserap dari Biaya Tak Terduga (BTT) Pemda Sumbawa itu mencapai total Rp 1.080.000.000 (sekitar Rp 1 Miliar lebih) yang diperuntukkan bagi biaya pembangunan 72 rumah warga Batu Rotok yang terbakar itu, dimana masing-masing rumah mendapatkan anggaran sebesar Rp 15 Juta, plus bantuan alokasi anggaran dari Pemprov NTB yang disiapkan mencapai Rp 1,8 Miliar masing-masing rumah mendapatkan Rp 25 Juta, sehingga setiap rumah warga mendapatkan anggaran pembangunan masing-masing sebesar Rp 40 Juta, dengan jumlah total anggaran yang terserap mencapai sekitar Rp 2,8 Miliar lebih.

Haji Bur juga menyatakan type rumah yang telah disepakati sesuai dengan keinginan masyarakat adalah tetap type rumah panggung agak sedikit tinggi dengan ukuran 6 x 9 meter, dengan sistem pelaksanaan pembangunan fisiknya dipercayakan sepenuhnya kepada warga masyarakat setempat melalui 6 (Enam) kelompok penerima manfaat (KPM) beranggotakan masing-masing kelompok 9 – 12 orang dengan mengadopsi sistem BSPS, sehingga kelompok masyarakat itu dapat bekerja secara bersama-sama dengan didampingi petugas fasilitator dari PRKP untuk merealisasikan pembangunannya.

Anggaran pembangunannya sendiri lanjut Haji Bur, akan langsung dimasukkan kedalam rekening kelompok yang telah dibentuk, dengan alokasi anggaran tersebut digunakan untuk membeli sejumlah material yang dibutuhkan termasuk ongkos tukang, dimana dengan keberadaan dua orang petugas faslitator tersebut akan dapat membantu kelompok masyarakat di Batu Rotok itu, baik dari segi tekhnis maupun terkait dengan administrasi laporan pertanggungjawabannya (LPJ), sehingga anggaran yang digelontorkan itu benar-benar tepat sasaran sesuai dengan peruntukkannya.

“Diharapkan, pembangunan rumah warga Batu Rotok itu dilokasi daat diatur sendiri oleh warga masyarakat bersama Pemerintah Desa setempat, baik itu menyangkut lebarnya gang atau jalan dan jarak dari rumah yang satu kerumah yang lain, dengan tetap memperhatikan estetika yang ada, sehingga kami sangat optimis pembangunan rumah warga Batu Rotok itu akan dapat dituntaskan dan diselesaikan dengan baik sebagaimana yang diharapkan,” papar Drs H Burhanuddin MT. (Ia-aM)



  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)