Camat Batulanteh Tak Menyangka Ikan Bioflok BIAT’KE Berkembang Pesat

Sumbawa, Infoaktualnews.com

Camat Batulanteh Kabupaten Sumbawa Widodo bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) didampingi Ketua Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar BIAT’KE Wawan Satriawan beserta jajaran pengurus lainnya, Kamis (04/03) melakukan kunjungan monitoring ke Desa Kelungkung, dan tak menyangka kalau usaha pengembangan budidaya ikan air tawar yang dilakukan oleh kelompok masyarakat setempat telah berkembang cukup pesat, membuat dirinya terkesima sekaligus bangga atas upaya mandiri yang dilakukan oleh kelompok BIAT’KE tersebut.

Bahkan, Camat Widodo menyampaikan apresiasi yang mendalam sekaligus mendorong agar budidaya ikan air tawar di Desa Kelungkung itu terus dikembangkan, sehingga kedepan dapat  dijadikan model pilot project bagi pengembangan budidaya serupa di Desa lainnya, karena itu ia menyatakan salut atas usaha swadaya secara mandiri yang dilakukan kelompok masyarakat yang tergabung dalam BIAT’KE Kelungkung.

Budidaya ikan air tawar “Biat’Ke” di Desa Kelungkung Kecamatan Batulanteh Sumbawa ini terang Ketua Kelompok Wawan Satriawan, menggunakan sistem pengelohan Bioflok itu, dimana BIAT’KE sendiri beranggotakan 13 orang telah merintis usaha budidaya ikan air tawar ini sejak tahun 2019 (dua tahun) lalu, dan Alhamdulillah hingga awal Tahun 2021 ini menunjukkan adanya peningkatan pengembangan yang cukup signifikan, dengan budidaya ikan seperti Nila, Karper, Lele dan ikan Koi.

Sejak dirintis usaha budidaya ikan air tawar di Kelungkung ini timpal Darmansyah Sekretaris Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar “Biat’Ke” Desa Kelungkung, diakui memang cukup banyak tantangan yang dihadapi, namun berkat kekompakan dan kerjasama dari kelompok usaha kami terus berkembang, dengan jumlah kolam ikan dari berbagai ukuran dan model telah tumbuh dan berkembang hingga 26 unit jumlahnya, dengan memanfaatkan lokasi lahan kosong dan pekarangan rumah, serta sudah ribuan bibit ikan telah ditebar dengan masa panen dilakukan dalam waktu 3 – 4 bulan sekali, hasilnya cukup lumayan untuk dikonsumsi sendiri bagi peningkatan gizi masyarakat, tukasnya.

“Kedepan akan terus dikembangkan dengan target pembuatan kolam ikan tahun 2021 ini mencapai sekitar 36 unit, menyusul minat masyarakat setempat sudah mulai menggeliat dan ingin menekuni usaha budidaya ikan air tawar ini, karena dukungan dari pemerintah (Eksekutif dan Legislatif) maupun pihak terkait lainnya sangat dibutuhkan, sebab untuk membuat kolam ikan dari berbagai ukuran dan model sejauh ini dibuat sendiri secara mandiri, dengan menyerap biaya swadaya kelompok untuk satu kolam budidaya bervariasi antara Rp 5 Juta – Rp 7 Juta, dan sejauh ini mereka belum mendapatkan bantuan sarana dan prasarana dari Pemerintah,”papar Darmansyah.(IA-aM)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)