News  

Muhasim: Wujudkan Jembatan Kembar Pelempit Brang Biji Butuh Anggaran Besar

SUMBAWA, Infoaktualnews – Setelah tuntas dan sukses membangun jembatan pelimpit Brang Biji Sumbawa, dengan biaya pembangunannya menggunakan bantuan dari APBN Pusat sebesar Rp 24,4 Miliar lebih menggunakan sistem tahun jamak 2020/2021 (Multiyears) selama 240 hari kerja, yang dipercayakan penanganan pekerjaan fisiknya kepada rekanan kontraktor pelaksana PT Bayang Bungo asal Bandar Lampung didampingi Konsultan Supervisi PT Akbar Jaya Konsultan dan CV Reflesia KSO.

Ket. Foto: Jembatan Pelempit Brang Biji

Kini jembatan tersebut sejak Agustus lalu telah dapat dimanfaatkan untuk memperlancar arus lalulintas kendaraan bermotor, justru Pemerintah melalui Satuan Kerja Pelaksana Jalan Negara (PJN) – II Wilayah NTB kembali berencana mengusulkan agar Pelempit Barang Biji Sumbawa itu bisa dijadikan jembatan kembar kedepan.

Bagaimana strategi perencanaannya ungkap Kepala Satker PJN-II Wilayah NTB, Muhasim, ST., Kamis (7/10), maka tentu harus dilakukan program rekayasa rencana dari jembatan kerangka baja yang sudah ada disebelahnya, dan hal tersebut menjadi tugas dari bagian tekhnis, termasuk nanti rekayasa tikungan jalan menuju ke wilayah Kampung Mande maupun masuk ke Kampung Marilonga Kelurahan Bugis serta bebagai dampak lainnya nanti semuanya akan diatur secara tekhnis, sehingga berkas usulannya haruslah lengkap disertai dengan berapa kebutuhan biaya anggaran yang diperlukan untuk mewujudkan pembangunan jembatan kembar pelempit tersebut, tukasnya.

Satker Muhasim juga menyatakan bahwa, keunggulan dari jembatan pelimpit Brang Biji Sumbawa itu adalah lebih tinggi dari jembatan kerangka baja yang dibangun sebelumnya, dengan memiliki panjang 70 meter dan lebar 7 meter. Sehingga abutment jembatan menjadi lebar dan lebih tinggi dari permukaan air ketika terjadi banjir disungai Brang Biji, karena itu rencana pembangunan satu jembatan lagi harus dilakukan agar menjadi kembar, dengan biaya pembangunannya ditaksir akan jauh lebih besar dari biaya sebelumnya, mengingat rekayasa tikungan jalan Bullevart Garuda terutama didepan terminal Bandara Sumbawa (Eks tugu Barapan Kerbau) itu juga harus dilakukan dengan baik.

Untuk mendapatkan alokasi anggaran pembangunan bagi jembatan kembar pelempit dimaksud terang Satker Muhasim, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan sebab perlu perencanaan yang matang dan musti melakukan lobby ke Pusat melalui jaringan yang ada.

Oleh arena itu, pihak Satker dan Balai PJN-II Wilayah NTB bersama Pemprov NTB dan Pemda Sumbawa melalui kolaborasi yang telah terjalin dengan baik, akan terus berupaya dan berusaha agar alokasi anggaran bagi pembangunan jembatan kembar pelempit Sumbawa itu dapat diperoleh tahun anggaran 2022 mendatang, sehingga apa yang menjadi rencana dan harapan dari Pemda dan masyarakat dapat diwujudkan.

“Karena itu doa dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat sangat dibutuhkan, dan kami atas nama jajaran Satker PJN-II Wilayah NTB menyampaikan atensi, apsresiasi dan terima kasih yang mendalam atas dukungan semua pihak khususnya masyarakat sekitar maupun para pengguna jalan yang telah mendukung terlaksananya pembangunan jembatan Pelimpit pertama tersebut, sehingga pembangunannya dapat dituntaskan tepat waktu dan kini telah dapat dipergunakan dan dimanfaatkan bagi menunjang kelancaran arus lalulintas dan transportasi dari dan menuju jalan Garuda Sumbawa Besar,”pungkas Satker Muhasim.(IA-06)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)