
Kejaksaan Negeri Sumbawa melalui Tim jaksa penyidik tengah melakukan pemeriksaan dan pengambilan klarifikasi secara maraton soal puskesmas Alas dan Puskesmas Tarano.
Kali ini, ketua FPPK Pulau Sumbawa Abdul Hatab sebagai pelapor diperiksaan Jaksa, serangkaian dengan proses penyelidikan awal pengumpulan data serta pengumpulan bukti dan keterangan (Puldata dan Pulbuket) terkait persoalan dirobohkannya dua gedung Puskesmas Kecamatan Alas dan Tarano yang menyerap anggaran sekitar 1,8 Milyar.
Sementara itu, saat ditemui awak media, Senin (11/10) Kejaksaan Negeri Sumbawa melalui Kasi Inteljen Kejari Sumbawa AA Putu Juniartana Putra,SH., membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.
“Iya itu benar. Tadi ketua FPPK- Pulau Sumbawa Abdul Hatap kami periksa terkait kasus yang dia laporkan beberapa waktu yang lalu,” ungkap Bli Agung akrab disapa Jaksa muda ini.
Namun saat ditanya terkait diperiksanya pelapor dalam kasus tersebut apakah akan lanjut atau tidak?, Ia menyatakan bahwa, jika kasus yang dilaporkan oleh FPPK Pulau Sumbawa akan ditelaah dulu.
“Kasus ini lanjut atau tidak ke proses selanjutnya kita lihat minggu depan,” pungkas Bli Agung
Untuk diketahui beberapa bulan yang lalu Ketua FPPK Pulau Sumbawa Abdul Hatap melaporkan AM selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pembangunan proyek UPT Puskesmas Tarano dan UPT Puskesmas Alas senilai Rp 1,8 miliar.
Selain itu, kasus dugaan korupsi tersebut sejumlah saksi sudah dimintai keterangannya oleh penyidik antara lain lima kades di Kecamatan Alas, Satu Kades di Kecamatan Tarano serta pihak UPT Puskesmas tarano dan alas juga ikut diperiksa, dua pejabat dinas PRKP serta Mantan Kadikes Sumbawa.
Kemudian, secara terpisah Ketua Front Pemuda Peduli Keadilan (FPPK)- Pulau Sumbawa Abdul Hatap mengatakan bahwa, jika dirinya dimintai keterangannya seputar pembangunan dua puskesmas di Kabupaten Sumbawa.
“Masalah pembangunan dua puskesmas. Yakni Alas dan Puskesmas Tarano,” terangnya.
Menurutnya, dirinya diperiksa selama 1,5 jam, Sedangkan pertanyaan yang diajukan oleh jaksa 25 hingga 30 pertanyaan.
“Intinya seputar pembangunan dua puskesmas. Kalau tidak salah tadi ada 25 hingga 30 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik dan waktunya sekitar 1,5 jam lamanya,” tungkas hatab (IA-dy/tim)












