Upz!, Mandeg, Dua Tahun Pembayaran Asuransi Nelayan Sumbawa

SUMBAWA, Infoaktualnews – Dari sekitar 10.000 nelayan yang tersebar disepanjang pesisir Kabupaten Sumbawa ini, tercatat ada sekitar 500 orang nelayan yang terdaftar dan mendapatkan bantuan subsidi pembayaran asuransi nelayan dari Pemerintah Pusat setiap tahunnya.

Dalam upaya membantu para nelayan akan jaminan keselamatan saat melakukan aktivitas kerjanya. namun sangat disayangkan sudah dua tahun terakhir ini tahun anggaran 2020/2021, pembayaran asuransi bagi para nelayan daerah ini tidak terbayarkan oleh Pusat, sehingga jika terjadi kecelakaan mereka tidak lagi mendapatkan santunan.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Perikanan Tangkap H Burhanuddin, S.Pi., ketika dikonfirmasi awak media, Selasa (19/10) membenarkan kalau program asuransi bagi nelayan Sumbawa dalam dua tahun ini (2020/2021) sudah tidak berjalan, sebagaimana tahun sebelumnya ada sekitar 500 orang nelayan yang mendapatkan program asuransinya setiap tahun dibayarkan oleh Pusat bekerjasama dengan PT Jasindo, dimana hal tersebut terjadi sebagai akibat alokasi anggarannya terjadi refocusing.

Apa hendak dikata, alokasi anggarannya tak ada akibat terjadi refocussing anggaran, sehingga asuransi bagi para nelayan di Sumbawa sudah dua tahun tidak terbayarkan, padahal dengan adanya asuransi tersebut dinilai sangat membantu bagi para nelayan, namun demikian kami berharap kedepan asuransi bagi para nelayan itu dapat diprogramkan kembali oleh Pusat, tukas Haji Bur akrab ia disapa.

Sedangkan kaitan dengan bidang perikanan tangkap ini yang masih diperlukan kedepan terang Haji Bur, ada program usulan menaikkan kelas kelompok usaha bersama (KUB) nelayan yang tercatat lebih dari 100 KUB nelayan se Kabupaten Sumbawa, dan tahun 2021 ini ada KUB nelayan yang dinaikkan kelasnya dari pemula ke madya yakni KUB nelayan Laligo Labuan Ijuk dan satu pembentukan KUB nelayan Saling Santurit Labu Ijuk, dengan fokus kegiatan dari KUB nelayan dmaksud adalah penangkapan ikan diperairan laut, sehingga dengan statusnya yang telah madya itu karena dinilai sudah bisa mandiri.

Adapun bantuan sarana prasarana alat tangkap yang diberikan Pemerintah kepada sejumlah kelompok nelayan didaerah ini meliputi bantuan kapal, mesin, jaring, calbox dan lainnya, yakni pada tahun 2020 lalu ada 29 kelompok yang mendapatkan bantuan APBD Sumbawa maupun pokok aspirasi (Pokir) Dewan dalam bentuk barang dengan nilai total anggaran terserap mencapai sekitar Rp 1,5 Miliar.

Saat ini, telah dimanfaatkan dengan baik, begitu pula untuk tahun anggaran 2021 ini melalui Pokir Dewan ada sekitar Rp 1,2 Miliar untuk bantuan alat tangkap berupa mesin dan jaring, dan para nelayan berharap kedepan bantuan serupa dapat lebih ditingkatkan dalam rangka membantu dan menunjang aktivitasnya sebagai nelayan, pungkas Haji Bur. (IA-06)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)