Sumbawa, Infoaktualnews.com – Salah satu proyek pembangunan strategis daerah yang kini masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemda Sumbawa dibawah kepemimpinan Bupati Sumbawa Drs H Mahmud Abdullah dan wakil Bupati Sumbawa Dwi Noviany, S.Pd.,M.Pd dengan Visi Misi mewujudkan Sumbawa Gemilang Yang Berkeadaban, adalah menuntaskan restorasi “Istana Bala Putih” peninggalan sejarah Sultan Sumbawa Muhammad Kaharuddin.
Bahkan sejak tahun 2018 hingga tahun 2021 telah dilaksanakan pembangunan dan pembenahannya secara bertahap menggunakan sistem swakelola dengan progres fisiknya menunjukkan adanya kemajuan yang cukup signifikan, namun untuk menuntaskan secara keseluruhan maka masih membutuhkan alokasi dana mencapai sekitar Rp 10 Miliar, ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa Dian Sidharta, ST., MM., Kepada awak media, Senin (11/8).
Hingga saat ini anggaran daerah yang telah terserap telah mencapai belasan Miliar terang Dian Sidharta, dan untuk menuntaskan penyelesaiannya secara menyeluruh. Maka masih membutuhkan alokasi anggaran sekitar Rp 10 Miliar untuk menuntaskan fisiknya 100%, dengan kondisi progres fisiknya saat ini tengah dilakukan pembenahan di bagian dinding istana maupun finishing atas beberapa item pekerjaan, dengan pekerjaan lantai keramik direncanakan baru dapat dilakukan pada tahun 2022 mendatang. Mengingat sejumlah material keramik dengan disain khusus itu harus terlebih dahulu dipesan khusus disebuah pabrik keramik yang berada di Jawa Tengah, tukasnya.
Kendati dengan jumlah anggaran yang terbatas, “Alhamdulillah kegiatan restorasi Istana Sultan Sumbawa itu telah berjalan dengan baik, dan kini sudah berdiri dan terlihat bentuknya, dimana untuk anggaran tahun 2022 Pemda Sumbawa telah merencanakan alokasinya kurang dari Rp 1 Miliar, dan kita berharap pada tahun-tahun berikutnya akan dapat ditingkatkan,” kata Dian Sidharta.
Sejak dilakukan kegiatan restorasi Istana Sultan Sumbawa “Bala Putih” tahun 2018 lalu dan berlanjut hingga tahun 2021, sambung Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rudi Kaharuddin, ST., maka total anggaran daerah yang telah terserap sudah mencapai sekitar Rp 15 Miliar, sehingga progres fisiknya sudah bisa dilihat saat ini bangunannya telah berdiri dengan material kayu didatangkan khusus dari pulau Jawa dan bahkan untuk bagian atap sirap menggunakan kayu ulin yang didatangkan khusus dari Kalimantan telah terpasang dengan baik.
Dimana untuk kegiatan lanjutan retorasi tahun 2021 difokuskan bagi pembenahan plesteran dinding sebelah timur lantai II, pemasangan kusen pintu ruang dalam dan pemasangan tutup plafon bagian dalam menggunakan bahan calsiboard dan lainnya sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada.
Dalam kegiatan pelaksanaan restorasi istana Bala Putih ini, kendati terlihat agak tersendat (pelan) tapi pasti berjalan dengan baik, karena memang dalam pelaksanaannya memakan waktu yang cukup panjang menggunakan sistem swakelola. Apalagi untuk mengadakan sejumlah material khusus yang dibutuhkan tentu memerlukan waktu bagi pengadaannya, mengingat harus mencari dan disesuaikan dengan keasliannya, karena itu atas doa dan dukungan semua pihak disampaikan atensi dan apresiasi yang mendalam, tungkasnya (IA-06).












