Komisi IV DPRD Sumbawa Dukung Vaksinasi Anak (6-11 Tahun)

SUMBAWA, infoaktualnews.com – Upaya mensukseskan program Pemerintah serta mencegah penyebaran virus Covid-19. Kini dilakukan vaksinasi untuk anak usia 6-11 Tahun. Oleh karena itu, vaksinasi dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa guna mencegah anak terpapar virus corana (Covid-19) tersebut.

Menyikapi hal ini, Komisi IV DPRD Sumbawa, Ida Rahayu, S.AP., mendukung penuh langkah pemerintah ini. Namun, politisi PAN ini meminta agar vaksinasi terhadap anak-anak ini dilakukan atas persetujuan dan pendampingan orang tua. ujar Ida akrab disapa Srikandi PAN ini saat dikonfirmasi Media ini, Senin (17/1).

Dikatakan Ida, pendampingan orang tua sangat penting. Karena harus dilakukan screening. Proses ini akan menentukan, apakah anak dimaksud bisa divaksin atau tidak.

Oleh sebab itu, Pentingnya pendampingan orang tua juga agar tidak sampai menimbulkan traumatis. cetusnya.

“Orang dewasa dan anak-anak berbeda. Jadi, kita minta kepada tenaga medis, jangan serta merta memaksa mereka untuk divaksin karena mengejar target. Arti harus ada pendekatan secara emosional.  Karena kalau kita orang dewasa bisa menjelaskan tentang kondisi tubuh, tentang penyakit-penyakit yang diderita. Sementara anak-anak,  tentu tidak faham. Jarang anak yang bisa berkomunikasi. Dia mungkin lebih bisa berkomunikasi dengan orang tuanya. Sehingga peran orang tua di sini sangat penting,” pintanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa Dr. Ikhsan Safitri mengatakan, sesungguhnya pihaknya sudah bersurat ke kepala sekolah SD/sederajat 31 Desember 2021. Yakni meminta kepala sekolah untuk pada hari pertama masuk sekolah 3 Januari itu melakukan sosialisasi kepada orang tua atau wali murid terkait dengan akan dilakukan vaksinasi. Dan secara umum semua sekolah SD sudah melakukan sosialisasi.

“Hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi lebih lengkap, agar pelaksanaan vaksinasi nanti bisa berjalan dengan efektif. Hal penting yang pertama adalah kita perlukan dukungan dari orang tua atau wali siswa. Ini sangat penting, karena dukungan dari orang tua kurang, maka efektivitas dari program vaksinasi yang merupakan program nasional ini akan sulit terwujud,” ungkapnya.

Oleh karenanya, melalui kesempatan itu, ia mengharapkan dukungan sepenuhnya terutama orang tua atau wali siswa untuk kemudian betul-betul memberikan dukungan. Dukungan dalam pengertian untuk memberikan izin kepada anaknya untuk divaksinasi.

“Proses vaksinasi itu juga didampingi oleh orang tua atau wali. Jadi, ketika anaknya hasil Screening nanti menunjukkan bahwa anak siap dan layak divaksin, sehat divaksin, maka seharusnya tidak ada alasan bagi orang tua untuk tidak memberikan izin. Jadi kami harapkan dukungan dalam bentuk yang konkret seperti itu,” tandasnya.

Pihaknya juga mengharapkan agar orang tua memberikan keterangan sejujurnya. Kalau memang anaknya ada komorbit, misalnya ada penyakit penyerta dan sebagainya, agar disampaikan juga kepada tenaga kesehatan yang melakukan screening. Sehingga tenaga kesehatan tidak berada pada situasi yang sulit. Jangan sampai kemudian ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Kemudian yang menjadi sasaran tenaga kesehatan.

“Jadi, kalau memang ada penyakit penyerta disampaikan kepada tenaga kesehatan. Sehingga bisa diambil langkah-langkah antisipasi. Kita tidak ingin program nasional vaksinasi gebyar, massive, tetapi ada anak-anak kita yang menjadi korban. Karena ketidakjujuran kita, tidak kita sampaikan informasi selengkap-lengkapnya. Jadi kita harapkan melalui kesempatan ini semua masyarakat, semua orang tua mendukung program ini. Karena ini program kita bersama,” pintanya.

Adapun sasaran vaksinasi   sebanyak 43 ribu siswa. Tetapi secara total dari kelas 1 sampai kelas 6 adalah 49 ribu siswa. Mengapa berbeda, usia 6 sampai 11 tahun 43 ribu, tapi kelas 1 sampai kelas 6 sebanyak 49 ribu, karena ada anak-anak di kelas 6 yang sudah lebih dari 12 tahun.

“Oleh karena itu, kesimpulannya sasaran kita itu adalah anak SD kelas 1 sampai dengan kelas 6 total 49 ribu. Walaupun dia lebih dari 12 tahun atau 12 tahun, tapi masih duduk di SD kelas 6, dia kita sasar,” demikian Ikhsan. (IA)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)