News  

Darurat Narkoba, Kepala BNNK Sumbawa: Persoalan Narkoba Jadi Tanggung Jawab Kita Bersama

Sumbawa, infoaktualnews.com – Rencana Aksi Nasional Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika akan dapat berjalan secara optimal dengan adanya kolaborasi dari Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah dan seluruh komponen masyarakat.

Oleh karenanya, perlu membangun dan melakukan investasi SDM unggul dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam RAN P4GN.

Tujuannya agar masyarakat terhindar dari penyalahgunaan narkotika, sehingga terwujud masyarakat Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, berdaya saing, berwawasan kebangsaan dan berakhlak mulia.

Hal tersebut disampaikan Kepala BNNK Sumbawa, Feri Perianto, S.Sos., MM pada Peringatan Hari Anti Narkotika Nasional (HANI), Senin, (27/6).

Peringatan yang mengangkat tema “Perang Melawan Narkoba (War On Drug) Menuju Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar)”

Peringatan HANI ini dihadiri Anggota Forkopimda Kabupaten Sumbawa, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Rektor Perguruan Tinggi, Kepala Sekolah serta para Aktivis Penggiat Anti Narkoba.

Lanjut ia juga mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk sama sama memerangi peredaran gelap narkoba di Kabupaten Sumbawa.

“Sumbawa saat ini menjadi zona merah terhadap peredaran gelap narkoba. Dan berharap mulai dari element terbawah masyarakat mulai dari tingkat RT hingga Kabupaten Sumbawa harus bersama – sama memerangi narkoba,” ungkapnya.

Menurutnya, karena tidak mungkin BNN untuk mengatasi semuanya, jika tidak ada kebersamaan kita khususnya masyarakat yang menerima langsung peredaran gelap narkoba tersebut harus berani melawan narkoba. Apalagi saat ini juga setiap desa sudah beredar narkoba dan hampir terpapar semua di 157 desa di Kabupaten Sumbawa.

“Dalam momentum Hani tahun ini khususnya di Kabupaten Sumbawa yang paling menonjol adalah penyalahgunaan ditingkat remaja, khususnya remaja – remaja desa karena ini tidak tersampaikan informasi tentang P4GN, kenapa dikatakan seperti itu karena dilihat dari SDMnya juga BNN sangat kurang sekali dan tidak mungkin bisa menyampaikan informasi secara menyeluruh wilayah sumbawa yang luas ini. Bahkan sumbawa merupakan kabupaten terluas di NTB,” tukasnya.

Menurutnya, oleh karena pemerintah daerah harus berperan aktif melalui OPD-OPDnya untuk bisa melaksanakan impres nomor 2 tahun 2020 dan permendagri nomor 19 tahun 2019. Nah kalau kita sudah sama – sama memiliki kepedulian permasalahan ini insya allah peredaran gelap atau penyalahgunaan ini bisa kita minimalisir peredarannya.

“Kendala yang dimiliki BNN saat ini adalah anggaran. Kemudian SDM-nya dan yang ketiga mengingat sumbawa cukup luas dan sulit untuk dijangkau yakni masalah sarana dan prasarana yang masih kurang sekali dan kami berharap dukungan pemerintah daerah. Karena pemerintah daerah adalah yang mempunyai wilayah dan sekarang berani saya katakan bahwa sumbawa darurat narkoba,” timpalnya.

Dikatakannya, BNN juga banyak menerima laporan dari beberapa kecamatan – kecamatan dari wilayah barat bahwa peredaran gelap narkoba sudah sangat merisaukan masyarakat, dan sudah terang – terangan dan BNN untuk mencegah terjadi penyalahgunaan ini pihaknya sebisa mungkin melaksanakan pencegahan.

“Karena, kita memberi pemahaman diman on suplai kalau tidak ada permintaan maka tidak ada suplai. Jadi bagaimana untuk menekan hal tersebut kita BNN memberikan pemahaman atau pencerahan tentang bahaya narkoba sampai ke dusun dan pelosok desa,” katanya.

Oleh karena itu BNN Sumbawa saat ini hanya berupaya menekan suplai tersebut untuk rehabilitasi. Sementara dari segi penindakan BNN belum punya tim yang memadai. (IA)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)