Sumbawa, infoaktualnews.com – Masyarakat Sumbawa dapat apa!? dengan adanya Pagelaran Internasional Event Motor Cross Grand Prix (MXGP) yang telah berlangsung dikawasan Circuit Rocket Motor Samota Sumbawa pada 24 – 26 Juni 2022 itu kini terjawab sudah selain memberikan hiburan bagi masyarakat dan membangkitkan pariwisata, juga memberikan dampak positif bagi pendapatan ekonomi masyarakat khususnya bagi ratusan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang menyemarakkan kegiatan Expo UMKM di Samota.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UKM Sumbawa, Riki Trisnadi, SE., M.Si, menyatakan bahwa, dari hasil evaluasi yang dilakukan pasca terlaksananya kejuaraan dunia MXGP Samota, khususnya berkaitan dengan kegiatan Expo UMKM Sumbawa yang berlangsung di Samota 24 – 26 Juni 2022 lalu, yang diikuti oleh 350 orang pelaku usaha UMKM daerah ini. ujar Riki akrab disapa pejabat Low Profile ini, (29/6).
“Alhamdulillah telah dapat memberikan dampak positif bagi menunjang pendapatan ekonomi masyarakat khususnya bagi para pelaku usaha, termasuk sekitar 50 pelaku usaha lainnya yang mengikuti Festival UMKM yang berlokasi di Taman Mangga Sumbawa Besar,” ungkap Riki.
Dari hasil perhitungan ekonomi yang dilakukan terang Riki akrab pejabat muda low profil ini disapa, maka omzet penjualan rata-rata per-hari sekitar Rp 6 juta, dengan jumlah pelaku UKM sebanyak 350 orang yang ikut serta pada kegiatan Expo UMKM yang berlangsung di kawasan Samota itu, dengan menyajikan dan menjual berbagai jenis produk seperti makanan siap saji (kuliner), olahan pangan dan minuman serta merchandise kerajinan dll berhasil laku dan terjual sebagaimana yang diharapkan.
“Alhamdulillah, tidak kurang dari Rp 2,1 Miliar omzet penjualan yang terjadi pada kegiatan Expo UMKM pada momentum MXGP Samota tersebut,” cetusnya
Kedepannya tentu seluruh kegiatan yang telah berlangsung akan dilakukan evaluasi kembali ditingkat Provinsi, sehingga jika ada yang masih kurang akan dilakukan pembenahan pada tahun depan dan tahun-tahun berikutnya, mengingat event MXGP ini sendiri telah ditetapkan akan berlangsung selama kurun waktu lima tahun di Samota, terang Riki, sejauh ini para pelaku usaha UMKM yang menempati tenda Expo yang disiapkan semuanya gratis, jadi tidak benar ada sewa menyewa sebagaimana isu yang berkembang diluar, pungkas Riki Trisnadi (IA)












