Sumbawa, infoaktualnews.com – Dinas Perumahaan Rakyat dan Kawasan Permukiman melalui Kabid P2SU Zubhan, ST., dampingi PPK Bidang P2SU Abdul Hafiedz, ST., mengungkapkan bahwa, terkait dengan usulan pembenahan atas puluhan rumah warga Lantung Sepukur yang masuk dalam katagori rusak ringan itu, sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Pemda Sumbawa akan segera ditangani dalam tahun 2022.
Tentunya, akan menggunakan anggaran bantuan dari APBD Perubahan, namun sebelum program kegiatannya dilaksanakan maka tim teknis dari PRKP Sumbawa tentu terlebih dahulu akan melakukan verifikasi lapangan ke lokasi untuk mengetahui dengan jelas tingkat kerusakannya. ujar Zubhan akrab disapa pejabat low profile ini kepada media ini, Selasa (30/8) di ruang kerjanya.
Dikatakan Zubhan, semua itu tentu harus sesuai dengan ketentuan aturan perundang-undangan yang berlaku (Perbup), berkaitan dengan pembenahan bagi rumah yang mengalami rusak ringan akan dibantu dalam bentuk material yang dibutuhkan.
Dimana nantinya, alokasi anggarannya akan masuk kedalam rekening warga penerima manfaat, artinya pengelolaan dan pemanfaatannya diserahkan sepenuhnya kepada KPM setempat dengan mendapatkan pendampingan dari tim fasilitator.
“Kami berharap kesabaran dari warga masyarakat, mengingat yang namanya anggaran itu tentu buruh proses bagi pembahasannya,” ungkap Zubhan.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Lantung Sepukur Kecamatan Lantung Kabupaten Sumbawa Mustahar Sidik, mendatangi kantor PRKP pada hari senin (29/8) guna mempertanyakan sekaligus menuntut agar puluhan rumah warga masyarakat Desa Lantung Sepukur yang mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung dan hujan lebat pada 15 Oktober 2021 lalu dapat segera dibenahi sebagaimana yang diharapkan.
Dimana usulannya itu semua telah disampaikan sebelumnya kepada Pemda Sumbawa hingga sekarang belum mendapatkan perhatian serius bagi pembenahan sekitar 28 rumah warga yang mengalam kerusakan.
Lanjut Kades Mustahar Sidik menjelaskan bahwa, Desa Lantung Sepukur ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.448 jiwa (554 KK) yang tersebar pada tiga Dusun meliputi Dusun Sepukur, Pengadang A dan Pengadang B, awalnya pada hari Jum’at 15 Oktober sekitar pukul 17.10 Wita – 20.00 Wita. Dimana desa tersebut diterjang bencana angin puting beliung disertai hujan deras dan lebat yang mengakibatkan puluhan atap rumah warga mengalami rusak dan terbang sehingga berdampak puluhan rumah (lebih dari 100 Jiwa) dan tidak ada menelan korban jiwa terhadap kejadian tersebut.
Bahkan pasca kejadian seluruh warga masyarakat dibantu aparat Desa, Camat, Danramil, Kapolsek, Kapolpos, Babinsa dan Babinkantibmas (TNI – Polri) secara bersama-sama bahu membahu melakukan kegiatan gotong royong membersihkan puing-puing atap rumah yang rusak, terang Mustahar.
“Selama ini, kami melakukan pembenahan secara swadaya dari sejumlah donatur, namun perbaikan dan pembenahan atas puluhan atap rumah warga yang rusak tersebut sifatnya sementara. Sehingga sangat dibutuhkan pembenahan dan perbaikan lebih lanjut,” pungkasnya (IA)












