Sumbawa, infoaktualnews.com – Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR dalam tahun anggaran 2022 ini telah menggelontorkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan total pagu mencapai Rp 56 Miliar yang diperuntukan bagi menunjang proyek pembangunan dan pembenahan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sumbawa.
Oleh karena itu, diminta kepada semua rekanan kontraktor pelaksana proyek tersebut untuk bekerja maksimal sesuai dengan schedule program yang direncanakan, ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa Dian Sidharta, ST.,MM, kepada media ini diruang kerjanya, Rabu siang (7/9).
Bantuan DAK tahun 2022 ini terang Dian akrab pejabat muda low profil ini disapa, diperuntukan untuk menunjang fisik pemeliharaan berkala dan peningkatan sembilan ruas jalan di wilayah Kabupaten Sumbawa.
Adapun paket proyek tersebut yakni pemeliharaan berkala jalan terminal Empang dengan nilai kontrak Rp 925.9Sidharta peningkatan jalan Jotang – Tero Rp 9.666.834.000, peningkatan jalan Desa strategis ruas jalan dalam kota Labangka Rp 1.444.404.000, ruas jalan Tolo’i – Maci Rp 1.169.969.000, ruas jalan Tolo,i – Panubu Rp 7.206.645.000, peningkatan jalan Labuan Kuris – Tanjung Bila nilai kontrak Rp 4.428.431.000, peningkatan jalan Olat Rawa – Tanjung Bele Rp 15.536.866.000 dan peningkatan jalan SJN Wonogiri dengan nilai kontrak Rp 7.687.447.000, paparnya.
Dan seluruh paket proyek DAK tersebut telah dilakukan melalui proses tender ujarnya, dengan kontrak pekerjaan dimulai sejak akhir Juli hingga Desember 2022 mendatang, dan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan atas sembilan pekerjaan paket proyek jalan hingga awal September 2022 ini progres fisik yang dihasilkan bervariasi rata-rata berkisar 30 persen – 50 persen.
Lanjut Kata Dian, untuk pekerjaan proyek pemeliharaan berkala jalan terminal Empang dengan nilai kontrak Rp 925.990.000 telah dinyatakan tuntas fisik 100 persen. Ada delapan paket lainnya progres fisiknya bervariasi karena pelaksanaan pekerjaannya tidak bersamaan, namun optimis akan dapat dituntaskan sesuai dengan kontrak.
“Kami mengingat rekanan kontraktor pelaksana telah diingatkan untuk bekerja maksimal, dengan mendropping sejumlah alat berat, tenaga teknis dan tenaga kerja lapangan yang didukung stock material dalam keadaan ready di lokasi,” pinta Dian.
Tentunya menurut Dian, terkait soal kendala di lapangan, memang ada sedikit kendala beberapa waktu lalu dalam pelaksanaan pekerjaan ruas jalan Jotang – Tero. Dan di ruas jalan sekitar 1 Km yang lokasinya masuk kedalam area kawasan hutan selama dua minggu belum berani dikerjakan sepanjang belum mendapatkan izin dari pihak Kehutanan, namun berkat koordinasi yang dilakukan setelah izin dari Kehutanan dikantongi, pihak rekanan kontraktor langsung melakukan kegiatan action lapangan dan hingga saat ini belum ditemukan adanya kendala yang berarti dan semuanya berjalan dalam keadaan On The Track.
“Hasil monitoring yang dilakukan beberapa hari lalu, sejumlah ruas jalan yang dikerjakan rekanan kontraktor pelaksana itu sudah ada yang masuk dalam item penebaran Lapisan Pondasi Atas (LPA) jalan. Saat ini, ada pula yang sedang menunggu hasil laboratorium bagi kelanjutan item pekerjaan hotmitnya,” tandasnya.
Dimana kontraktor hingga kini belum mencairkan uang termin pertama tetapi hanya uang mukanya saja, kendati persyaratan untuk pencairan termin telah terpenuhi. Pasalnya, mereka beralasan nanti saja secara bersamaan setelah progres presentase fisik tertentu yang ditargetkan tercapai, mereka baru mengajukan pencairannya. ucapnya
” Terkait progres fisik yang dihasilkan itu tentu tidak bisa terlepas dari adanya dukungan semua pihak, karena itu disampaikan terima kasih,” pungkasnya (IA)












