Sumbawa, infoaktualnews.com – Pasca monitoring dan evaluasi yang dilakukan dalam sepekan terakhir ini terkait dengan pengembangan penanaman bawang merah Upland tahun 2022, yang dilakukan oleh belasan kelompok tani (Keptan) bawang merah di tanah samawa ini.
Khususnya, untuk musim tanam kedua (MT-II) ternyata hasil panennya menggembirakan bagi petani dan bahkan ada kelompok tani yang kembali melakukan penanaman bawang merah untuk musim tanam ketiga (MT-III), ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ir Ni Wayan Rusmawati, M.Si melalui PPK Distan Sukiman, ST., kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (28/9).
Dikatakan Kimes akrab disapa pejabat muda ini, ada 38 kelompok tani penerima bantuan bibit bawang merah program Upland tahun 2022, sudah ada belasan kelompok tani yang telah melakukan penanaman bawang merah pada musim tanam kedua (MT-II) dengan hasil panen dalam dua pekan terakhir ini dinilai berhasil dan sukses.
Kelompok tani tersebut antara lain yakni kelompok Tani (Koptan) Bakoromo, Robong Jaya dan Bina Karya II di Desa Pidang Kecamatan Tarano, Keptan Harapan Mulia dan Tani Subur di Brangkolong, Sepayung, SP2, Serading dan Keptan Tangiang Mandiri di Kecamatan Alas Barat, dengan hasil panen bawang merah rata-rata sekitar 5 ton perhektar dan ada yang mencapai 12 ton/Hektar dengan luas areal lahan hanya 40 are, terang Kimes.
Dan untuk kelompok tani di Desa Boal Kecamatan Empang yang semula hanya ditanami bawang merah di atas lahan seluas 17 hektar, justru kini telah mampu berkembang menjadi seluas 20 hektar, dengan harga bawang merah di pasaran saat ini fluktuasinya berkisar antara Rp 15.000 – Rp 16.000 perkg.
Dimana sebagian kelompok tani bawang merah lainnya tersebar pada belasan Kecamatan, ada yang sudah mulai melakukan penanaman kembali untuk musim tanam kedua (MT-II), sehingga paling tidak pada bulan Oktober dan Nopember mendatang sudah ada yang panen kembali, dengan hasil yang diperoleh dinilai cukup memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan ekonomi keluarga, tandasnya
Selain itu, kelompok tani bawang merah ini dalam kegiatannya di lapangan terus dilakukan pendampingan secara teknis oleh tim fasilitator dan tenaga teknis yang diturunkan Distan. ujarnya
Tentunya, dengan dukungan sarana prasarana dan fasilitas penunjang yang ada maupun dukungan dari tenaga pendamping dan teknis. Oleh sebab itu, para petani dapat terbantu dalam melakukan penanaman, pengelolaan dan pengembangan dari bawang merah Upland tersebut, dengan hasil yang cukup menggembirakan bagi para petani, Pungkasnya (IA*)












