Strategi Jitu, Kadis Jayakusuma: Animo Masyarakat Urus Admindo Tinggi

Sumbawa, infoaktualnews.com – Dalam pelaksanaan kinerja tahun 2022 Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sumbawa dengan berbagai strategi dan inovasi yang diterapkan akan terus berupaya dan berusaha memberikan serta meningkatkan pelayanan terbaik bagi masyarakat di tana Intan Bulaeng ini. Dengan menerapkan tagline “ #BISA, Dukcapil Digital – No Korupsi ” yakni  BISA itu  adalah Berkarya-Inovatif-Sabar-Amanah, ungkap Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sumbawa Jayakusuma S.Sos.,kepada awak media diruang kerjanya, Rabu (28/9)

Dengan dasar kerja tagline #BISA, Dukcapil Digital – No Korupsi tersebut dalam rangka Go Digital terang Jayakusuma, maka dalam rangka pelaksanaan gerakan Indonesia sadar Administrasi Kependudukan Indonesia (Admindo).

“Semuanya dilakukan secara gratis No – Korupsi, membayar berarti anda tertipu,” tegas JK akrab disapa Jaya Kusuma pejabat low profile ini.

Tentunya, Dukcapil Sumbawa menjalankan komitmen-komitmen melalui 12 Inovasi terang JK, yakni (1) Sikompak – Sistem Komunikasi dan Kordinasi dengan lembaga terkait, sistem komunikasi mensukseskan program Akmindo, (2) Simpel Saja – Sistem Pelayanan Sehari Saja, dan Alhamdulillah kami tidak menunggu berhari-hari dalam rangka semua pelayanan dokumen kependudukan sehari saja, (3) Jango Desa – Istiqomah terus dengan mendatangi Kecamatan dan Desa dengan memberikan pelayanan langsung cetak di wilayah setempat dengan makna Jango Desa ini adalah Silaturrahim, dengan membawa dan mencetak dokumen kependudukan masyarakat hingga selesai, (4) Silamo – ini Go Digital juga merupakan sistem layanan masyarakat secara On-line, jadi masyarakat bisa mengirimkan bahan dokumen secara On-line dan kami juga bisa kirim melalui PDF, kecuali cetak KTP dan Kartu Identitas Anak (KIA), tapi kalau akta kelahiran, akta kematian atau kartu keluarga (KK) bisa kami kirim lewat PDF.

Begitu pula Inovasi kelima (5) Peduli – dalam rangka memberikan perhatian kepada masyarakat rentan Admindo, masyarakat yang sudah Lanjut Usia (Lansia), Disabilitas dan tidak mampu.

“Oleh sebab itu, kami harus bisa mendatangi mereka untuk memberikan pelayanan, melakukan perekaman, sehingga mereka memiliki dokumen Admindo sekaligus mereka juga berhak untuk  mendapatkan bantuan-bantuan sosial dari Pemerintah maupun pelaksanaan sistem demokrasi di Indonesia, seperti hari ini tim Dukcapil Sumbawa telah turun ke Pamulung Desa Karang Dima Kecamatan Labuan Badas ada sekitar 10 orang warga masyarakat lansia yang langsung dilakukan rekam cetak langsung dokumen kependudukannya ditempat,” terangnya.

Lanjut Jaya Kusuma, untuk program (6) Sikat Terus – adalah sistem pelayanan untuk adat-adat terpencil dengan menurunkan tim hingga ke ujung pelosok desa, (7) Sadu Kami – Sarana Aduan Komunikasi dan Informasi, ketika ada aduan kami lakukan komunikasi dan berikan informasi yang jelas, sehingga tidak melebar persoalannya, (8) Three In One – adalah pelayanan yang terintegrasi artinya sekali masuk tiga – empat dokumen bisa keluar bukan saja (3-In-1) tapi bisa lebih, seperti dalam satu permohonan didalamnya tertulis pemisahan KK, karena baru kawin misalnya maka tentu akan lahir KK baru terdiri dari KK orang tua, KK mertua, KK Pengantin Baru dan bahkan cetak KTP baru dengan status kawin (All In One). (9) Simpatik – Sistem pelayanan teknologi informatika ini coba kita optimalisasikan, tidak hanya oleh Dukcapil saja tetapi bisa juga dilakukan oleh Pemerintah Desa atau Kecamatan dengan melakukan cetak langsung ditempat dengan sistem Online dari PDF yang dikirim oleh Dukcapil, sehingga masyarakat tidak perlu datang ke Dukcapil Sumbawa. (10) Medo Ate – merupakan sistem pelayanan kerjasama dengan pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit atau Klinik dalam hal adalah yang lahir bisa langsung diuruskan akta kelahirannya, (11) KeluargaKu Pasti – kerjasama dengan Kementerian Agama, ada warga masyarakat yang menikah, mereka secara hukum dan secara syariah mereka dapat buku nikah, KK dan KTP barunya. (12) Racik – Rekam Cetak Identitas Kependudukan, paparnya.

“Hasil monitoring evaluasi dan pendataan yang dilakukan hingga akhir September 2022 ini, maka jumlah penduduk Sumbawa saat ini mencapai 561.783 jiwa tersebar pada 24 Kecamatan 157 Desa dan 8 Kelurahan, dengan jumlah wajib KTP mencapai sekitar 380.000 lebih, dengan capaian prosentase 95 persen dari jumlah penduduk yang telah menuntaskan dokumen kependudukannya. Dan ini menunjukkan bahwa warga masyarakat di tanah samawa ini tinggi kesadarannya untuk mengurus yang namanya Administrasi Dokumen Kependudukan Indonesia (Admindo),” pungkas Jayakusuma.

Selain itu, program pendataan anak usia 16 – 17 tahun juga dilakukan dengan menurunkan tim teknis ke seluruh sekolah se Kabupaten Sumbawa untuk melakukan pendataan secara masif ujar Jayakusuma, sehingga nanti setelah cukup umur dapat diterbitkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) paling tidak pada tahun 2023 mendatang.

Dan terkait menyangkut soal stock blanko KTP saat ini masih tersedia sekitar 2.000 lebih cukup untuk memenuhi kebutuhan permohonan masyakarat hingga satu bulan kedepannya. Masih kata JK, dengan usulan jumlah kebutuhan blanko telah disampaikan ke Pusat melalui pihak Provinsi, yang diharapkan pekan mendatang ribuan blanko KTP dimaksud sudah di dropping ke Sumbawa, tandasnya.

“Berbagai inovasi yang diterapkan pada kinerja tahun 2022, dengan koordinasi sinergi yang terus dibina dengan sejumlah leading sektor terkait terus dilakukan. Maka Dukcapil Sumbawa akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam rangka mewujudkan Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban,” pungkasnya (IA)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)