SUMBAWA, infoaktualnews.com – Pansus DPRD Sumbawa dalam laporannya juga menyebut capaian kinerja pemerintah pada Penyelenggaraan Urusan Bidang Pendidikan, rata-rata terealisasi 100 persen dari target yang telah ditetapkan.
Meskipun demikian, dari hasil pemantauan Pansus, masih banyak fasilitas pendidikan yang membutuhkan perbaikan dan penambahan meubeler serta Alat Permainan Edukasi (APE) baik luar dan dalam.
“Pansus mengharapkan keberadaannya dapat berjalan optimal dengan cara memberikan fasilitas yang memadai, sehingga mampu menjadi pemicu semangat kemajuan pendidikan di Kabupaten Sumbawa,” Demikian disampaikan juru bicara Pansus DPRD Sumbawa Syarifuddin dalam rapat paripurna Penyampaian Laporan Pansus DPRD Kabupaten Sumbawa terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Kabupaten Sumbawa Tahun 2022 di Tahun Sidang 2023, Selasa (9/5/23).
Pansus katanya, juga meminta kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Teknis agar dapat lebih memasifkan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di semua jenjang pendidikan, agar dapat mengejar ketertinggalan proses belajar mengajar pada masa Pandemi Covid-19.
Terhadap beberapa sekolah Filial atau sekolah Satap, agar Dinas Dikbud segera melakukan kajian untuk ditingkatkan stastus menjadi sekolah mandiri, mengingat ada beberapa diantara sekolah tersebut sudah memenuhi syarat untuk menjadi sekolah mandiri.
Selain itu, terkait dengan urusan kebudayaan, dengan adanya program pengembangan kebudayaan, pengembangan kesenian tradisional dan pembinaan sejarah serta pelestarian dan pengelolaan cagar budaya daerah yang belum mencapai target, Pansus berharap Inovasi Sabtu Budaya dan Festival Budaya yang dilaksanakan di beberapa kecamatan, agar dapat dilaksanakan pada tahun 2023 ini sebagai penggerak dan motivasi dalam mengembangkan kreativitas dan minat guna melestarikan keseian tradisional.
Selain itu, Pansus menyoroti keberadaan Musium Daerah. Musium Daerah harus dapat menjadi pusat informasi Pariwisata Daerah. Berdasarkan tingkat kunjungan Musium Daerah yang dirasakan sangat minim, menunjukkan bahwa Pengelola Musium masih kurang kreatif dan keberadaan Musium Daerah harus disosialisasikan dengan lebih masif lagi.
Kurang maksimalnya pengelolaan Musium Daerah ini juga disebabkan karena minimnya dukungan anggaran setiap tahun. Oleh karena itu Pansus meminta kepada Pemerintah Daerah agar memberikan perhatian dan dukungan anggaran yang cukup untuk pengelolaan Musium Daerah. Sehingga ke depannya Museum Daerah menjadi lebih baik lagi. (IA)












