News  

Ada kontribusi Pangan, Dibalik Dominasi Hutan Lindung Perhutani Bandung Selatan

BANDUNG,infoaktualnews.com- Kendati didominasi oleh kawasan hutan lindung,  kontribusi hutan di wilayah Perhutani KPH Bandung Selatan terhadap sektor pangan masih bisa dinikmati masyarakat.

Hal tersebut lantaran dikawasan hutan Perhutani Bandung Selatan masih terdapat hutan produksi murni dan hutan produksi terbatas.

Administratur Perum Perhutani KPH Bandung Selatan Arif Marghana melalui Kasi Produksi dan Ekowisata Perhutani Bandung Selatan Encang Suryana mengatakan terdapat budidaya tanaman pangan di hutan produksi.

” Kita budidaya palawija di hutan produksi terbatas dan hutan produksi murni di wilayah Rajamandala sama gunung Halu, ” kata Encang, di Bandung, Senin ( 06/11/2023).

Tanaman pangan yang dibudidayakan berupa jagung, padi, kacang-kacangan hingga buah pisang.

Kawasan hutan Perhutani Bandung Selatan mencapai luas  55 ribu hektar lebih dan 70 persen diantaranya merupakan hutan lindung. Sisanya terbagi dalam kawasan hutan produksi murni dan produksi terbatas.

Meski tidak dirinci berapa produksi pangan yang dihasilkan, disebutkan Encang keberadaan tanaman palawija sangat membantu pangan bagi masyarakat sekitar hutan, terutama yang sudah tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

” Jelas sangat membantu, karena hasil panennya aepenuhnya dinikmati langsung oleh masyarakat, ” tuturnya.

Tanaman palawija ditanam dibawah tegakan pohon inti, melalui pola tumpang sari dengan pengairan menggunakan tadah hujan.

Menurut Encang dalam dimensi yang lebih luas ketahanan pangan diwilayah hutan Bandung Selatan didorong dengan adanya pergerakan ekonomi melalui budidaya  kopi.

Seluas 3.200 hektar dikawasan hutan lindung yang dikelola Perhutani Bandung Selatan ditanami kopi.

” Kopi ini menggerakan ekonomi masyarakat sekitar hutan dan nilainya sangat signifikan, ” tandas Encang.

Penyediaan lahan kawasan hutan untuk budidaya tanaman yang dikelola bersama masyarakat merupakan salah satu bentuk CSR Perhutani.

Encang berharap berbagai manfaat yang dinikmati masyarakat dapat memperkuat kesadaran para pihak untuk bersama sama menjaga hutan.

” Ya dari nilai manfaat lingkungan, finansial bisa lebih membangun kesadaran agar sama-sama menjaga kelestarian hutan,” pungkasnya. (***)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)