SUMBAWA, infoaktualnews.com – Badan Amil Zakat (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa kembali menggelontor bantuan ke Masyarakat di empat Kecamatan mencapai sekitar Rp 300 Juta.
Kali ini ,BAZNAS Sumbawa menyambangi wilayah timur Sumbawa, Bayangkan sebuah pagi di pelosok Sumbawa, di mana seorang ibu bernama Rukia dari Dusun Batu Tolo’oi bangun dengan harapan yang hampir padam. Sebagai warga kurang mampu, setiap hari adalah pertarungan untuk memenuhi kebutuhan dasar. ungkap Dea Guru Syukri Rahmat akrab disapa ketua BAZNAS.

Dan momentum ini, akan menjadi hari yang akan selalu ia kenang—hari ketika berkah datang menjemput. tuturnya.
“Kami tidak sekadar menyalurkan dana, tetapi menanam harapan di hati lebih dari 1.000 jiwa,” cetus Dea Guru Syukri.

Maraton Kebaikan di Empat Kecamatan
Selama dua hari berturut-turut, Pimpinan BAZNAS yang dipimpin langsung Ketua Dea Guru Syukri Rahmat, S.Ag.,M.M.Inov menempuh perjalanan maraton—menyusuri Kecamatan Tarano, Empang, Lape, hingga Lopok. Bukan dari balik meja atau melalui perantara, tetapi hadir langsung, bersalaman, dan melihat mata para penerima manfaat.

Dikatakannya, adapun bantuan ini mencapai sekitar Rp 300 juta secara langsung diserahkan ke masyarakat. Ini bukan sekadar sebagai angka statistik, tetapi sebagai solusi nyata. ujarnya.
Salah satunya penerima bantuan untuk Pak Jabiruddin dari Dusun Langam yang kini bisa bernafas lega, untuk Dahlia si bocah SD yang matanya berbinar membayangkan peralatan sekolah baru, untuk Sardianti sang guru honorer yang merasa pengabdiannya akhirnya dihargai.

Lebih dari Sekadar Bantuan
“Ini adalah dana umat yang harus kembali kepada umat,” tegas Ketua BAZNAS di hadapan ratusan penerima. Kalimat sederhana, namun mengandung filosofi mendalam: zakat bukan belas kasihan, tetapi hak dan sistem pemberdayaan,” tegas Dea Guru Syukri.
Program ini menyasar dua sektor vital:
Pendidikan: Guru-guru honorer (GTT/PTT) yang menjadi pahlawan tanpa tanda jasa, dan siswa-siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang hampir putus sekolah karena keterbatasan ekonomi
Masyarakat: Warga prasejahtera yang membutuhkan bantuan untuk kebutuhan dasar sehari-hari
Ketika Air Mata Bahagia Membasahi Pipi
Momen paling mengharukan? Saat tepuk tangan meriah menggema di aula pertemuan, bercampur dengan isak tangis syukur. Ibu Rukia menyebut bantuan ini sebagai “berkah yang sangat membantu”—kata-kata sederhana dari hati yang tulus. ucapnya
Ilham, seorang Guru TK, mengaku merasakan dukungan moril yang tak ternilai. “Kami tidak sendiri,” katanya
Di negeri di mana guru honorer sering terlupakan, kehadiran BAZNAS menjadi pengingat bahwa pengabdian mereka dilihat dan dihargai.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Camat Tarano melalui Kasi Sosmas, Sekretaris Camat Lopok Muhammad Akbar, dan para pejabat kecamatan lainnya tidak menyembunyikan kekaguman mereka. Bantuan ini tidak hanya menyentuh secara material, tetapi juga membawa optimisme bagi masa depan warga di wilayah-wilayah yang sering terpinggirkan.
Komitmen untuk Sumbawa yang Lebih Cerah
BAZNAS Sumbawa membuktikan bahwa lembaga amil zakat bukan sekadar pengumpul dan penyalur dana. Mereka adalah jembatan antara kepedulian orang-orang beruntung dengan harapan mereka yang membutuhkan. Dengan prinsip amanah dan transparan, BAZNAS berkomitmen terus mengoptimalkan program-program ZIS untuk mewujudkan Sumbawa yang cerdas, makmur, dan berdaya saing.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang seringkali individualistis, BAZNAS Sumbawa mengingatkan kita pada esensi kemanusiaan yang paling indah: berbagi.
Karena sejatinya, kekayaan bukan diukur dari berapa banyak yang kita miliki, tetapi berapa banyak yang bisa kita berikan untuk mengubah kehidupan orang lain.
” Bantuan 300 juta rupiah, menyentuh 1.000 lebih jiwa di Empat kecamatan. Karena Satu misi: menebar berkah, menanam harapan,” pungkasnya. (*)












