2026, RSMA Kuatkan Layanan Kesehatan Jantung, Stroke dan Ginjal

Kabid Pelayanan RSMA H Yahya Ulumuddin, S.Kep.,M.Kep

SUMBAWA, infoaktualnews.com – Usai ditetapkan dan diresmikan Rumah Sakit H.L. Manambai Abdulkadir (RSMA) naik menjadi  tipe B (Rumah Sakit Rujukan Pulau Sumbawa).

Kini  Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA) terus memperkuat layanan kesehatan rujukan, khususnya untuk penyakit jantung, stroke, dan ginjal. Penguatan ini menjadi bagian dari persiapan rumah sakit menuju peningkatan kelas layanan sekaligus menjawab kebutuhan pasien di wilayah Sumbawa dan sekitarnya.

Masyarakat Pulau Sumbawa Mengakses Layanan Kesehatan di RSMA

Hal itu dikatakan Direktur RSMA dr. Made Sopan Nirartha, M.Biomed., melalui Kepala Bidang Pelayanan RSMA, H. Yahya Ulumuddin, sat dikonfirmasi media ini, Kamis (15/1), Ia katakan bahwa, sebagian layanan unggulan tersebut sudah berjalan sejak 2025, dan akan  dimatangkan pada 2026.

“Layanan jantung, stroke, dan ginjal sudah mulai kami jalankan sejak tahun lalu. Tahun 2026, fokus kami adalah penguatan agar layanan tersebut benar-benar optimal,” ujar Yahya akrab disapa.

Masyarakat Akses Layanan Kesehatan di RSMA

Lanjutnya, Yahya tegaskan layanan jantung, RSMA kini telah mampu melakukan tindakan kateterisasi serta pemasangan ring jantung tanpa pembedahan. Layanan ini menjadikan RSMA sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Pulau Sumbawa.

“Untuk jantung, kami sudah melayani kateterisasi dan pemasangan ring. Ini penting agar pasien tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah,” ungkap Yahya.

Sedangkan, pengembangan layanan stroke diarahkan melalui pembentukan stroke center. Sebab sebut Yahya, layanan ini mencakup penanganan medis terintegrasi sejak fase darurat hingga rehabilitasi pasien.

Masyarakat akses Pelayanan Kesehatan di RSMA

“Stroke center sedang kami siapkan. Targetnya mulai berjalan bertahap pada 2026, tentu dengan dukungan pembiayaan dan kerja sama BPJS Kesehatan,” bebernya.

Lebih jauh juga, sambung Yahya, bidang layanan ginjal, RSMA juga terus meningkatkan kapasitas layanan hemodialisis. Selain menambah jumlah pasien yang bisa dilayani, rumah sakit mulai mengembangkan tindakan pemasangan akses cuci darah (arteriovenous shunt).

“Ke depan, pasien cuci darah tidak hanya dilayani hemodialisis, tetapi juga tindakan penunjang seperti pemasangan akses vaskular,” ucap Yahya.

Sementara itu,  terkait pembangunan proyek fisik rumah sakit gedung TB Paru yang sempat terhenti, Yahya menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengganggu pelayanan medis kepada pasien. Menurut dia, persoalan proyek berada pada ranah teknis pelaksanaan.

“Pelayanan kepada pasien tetap berjalan. Adapun urusan proyek fisik itu masuk wilayah teknis dan administratif,” cetusnya.

Ia mengungkapkan, penjelasan teknis mengenai proyek tersebut menjadi kewenangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sesuai ketentuan yang berlaku. “Untuk detail pelaksanaan proyek, ranahnya ada di PPK,” tuturnya.

RSMA, tegas Yahya, berkomitmen memperbaiki mutu layanan secara bertahap dengan menyesuaikan ketersediaan sumber daya manusia, sarana, dan dukungan anggaran.

“Harapan kami, RSMA bisa menjadi rumah sakit rujukan yang benar-benar menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Pulau Sumbawa,” pungkasnya. (*)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)