Sumbawa, infoaktualnews.com – Di tengah khidmatnya peringatan Isra Mi’raj 1447 H, sebuah momen penuh makna tercipta ketika spiritualitas bertemu dengan kepedulian sosial. Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa menjadi saksi bagaimana nilai-nilai luhur perjalanan spiritual Rasulullah SAW diterjemahkan menjadi aksi nyata untuk sesama.
Sholat Bukan Sekadar Ritual, Tapi Pembentuk Karakter
Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, membawa perspektif segar dalam tausiyahnya pada Jumat (16/1/2026). Ia mengingatkan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar kisah masa lalu, melainkan panduan hidup yang relevan hingga kini.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang pentingnya sholat lima waktu. Sholat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana membentuk akhlak dan disiplin,” tegasnya di hadapan jajaran pimpinan daerah dan masyarakat yang memadati masjid.
Lebih dari sekadar ibadah individual, Syukri Rahmat mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, dan kegiatan sosial umat—menjadikannya jantung kehidupan komunitas yang sehat dan peduli.
Dari Mimbar ke Aksi: Rp50 Juta untuk Korban Banjir Sumatera
Yang membuat peringatan kali ini berbeda adalah ketika nilai-nilai spiritual langsung diterjemahkan menjadi kepedulian konkret. BAZNAS Kabupaten Sumbawa menyerahkan bantuan Rp50.000.000 untuk korban banjir di Sumatera.
Penyerahan simbolis dari Ketua BAZNAS kepada Bupati Sumbawa Ir. H. Syarifuddin Jarot, M.P., bukan sekadar formalitas. Ini adalah bukti bahwa masyarakat Sumbawa memahami makna sejati dari perjalanan spiritual: bahwa pendakian rohani harus diikuti dengan turunnya kepedulian kepada sesama yang membutuhkan.
Gerakan Sedekah Subuh: Membangun Solidaritas dari Fajar
Bupati Sumbawa mengajak masyarakat untuk mengambil langkah lebih jauh. Ia menggagas gerakan ganda yang sederhana namun berdampak: sholat subuh berjamaah di masjid dan sedekah subuh.
“Melalui sholat subuh berjamaah dan sedekah subuh, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan mendukung program pemerintah daerah,” ungkap Bupati dengan penuh semangat.
Visinya jelas: membangun Kabupaten Sumbawa yang religius dan berkeadaban, di mana nilai-nilai agama bukan hanya dihafal, tetapi dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sinergi untuk Sumbawa yang Lebih Baik
Kehadiran Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, pimpinan DPRD, Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sinergi semua pihak. Acara yang berlangsung khidmat ini bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum mempererat kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat.
Pesan yang Perlu Kita Renungkan:
Peringatan Isra Mi’raj 1447 H di Sumbawa mengajarkan bahwa spiritualitas sejati tidak berhenti di mimbar. Ia turun ke jalan-jalan, menyentuh mereka yang terdampak bencana, dan membangun komunitas yang lebih peduli.
Dari Sumbawa untuk Sumatera, dari sholat subuh ke sedekah pagi, inilah wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin—rahmat bagi seluruh alam.
“Mari kita jadikan setiap ibadah sebagai titik awal kepedulian, dan setiap kepedulian sebagai ibadah yang bermakna,” ajaknya. (*)












