Sumbawa, infoaktualnews.com – Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Inov, mengawali agenda reses sidang pertama tahun 2026 di Dusun Karya, Desa Marga Karya, Kecamatan Moyo Hulu, pada Selasa (10/02/2026).
Pertemuan yang dimulai pukul 09.00 Wita tersebut menjadi kesempatan bagi Ketua DPRD untuk menyampaikan perkembangan program pembangunan yang telah dijalankan berdasarkan aspirasi masyarakat pada masa reses sebelumnya.
Masyarakat Dusun Karya yang mayoritas berprofesi sebagai petani tetap menunjukkan antusiasme tinggi untuk hadir. Tidak hanya warga setempat, masyarakat dari desa-desa sekitar di Kecamatan Moyo Hulu juga turut mengikuti kegiatan tersebut, meskipun sedang sibuk dengan aktivitas pertanian.
Ketua DPRD menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat yang hadir dalam forum reses tersebut. Ia menilai kehadiran warga mencerminkan kepedulian terhadap proses pembangunan desa.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah hadir, meskipun sedang sibuk sebagai petani, namun masih menyempatkan diri mengikuti kegiatan reses ini,” ujar Nanang
Dalam dialog bersama warga, Nanang menegaskan bahwa sejumlah program yang sebelumnya diusulkan masyarakat kini mulai terealisasi pada tahun ini. Ia menyebut beberapa bentuk realisasi tersebut mencakup bantuan pembangunan fasilitas keagamaan, perbaikan jalan lingkungan, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pembangunan infrastruktur pertanian.
“Program-program yang diusulkan masyarakat pada masa reses sebelumnya sudah mulai berjalan, seperti bantuan fasilitas keagamaan, jalan lingkungan, alsintan, hingga jalan usaha tani dan jaringan irigasi,” katanya.
Menurutnya, realisasi program tersebut merupakan bagian dari komitmen DPRD untuk memastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti hanya pada tahap usulan, tetapi benar-benar masuk dalam agenda pembangunan daerah.
Pada kesempatan itu, masyarakat menyambut penyampaian tersebut dengan gembira. Reses di Dusun Karya tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi baru, tetapi juga menjadi ruang evaluasi bahwa program yang diusulkan sebelumnya mulai diwujudkan.
Meski demikian, Ketua DPRD tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan lanjutan. Sejumlah aspirasi baru kembali ditampung sebagai bahan pokok pikiran DPRD untuk pembahasan APBD mendatang.
Kegiatan reses berlangsung dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan, kemudian ditutup dengan foto bersama Ketua DPRD dan peserta reses.
Nanang menegaskan bahwa reses menjadi sarana penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan desa.
“Apa yang menjadi masukan masyarakat hari ini akan kami tampung dan perjuangkan dalam pembahasan APBD yang akan datang,” pungkasnya. (IA)












