SUMBAWA, infoaktualnews.com – Usai reses di dua lokasi, Malam ini, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, SH, melaksanakan reses ketiga di Dusun Kayangan, Kampung Hijrah, Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kamis Malam (11/2)
Kehadiran Orek akrab disapa politisi Nasdem ini, disambut antusias warga setempat dan sejumlah tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Kepala Dusun Kayangan Mulyono menyampaikan apresiasi karena wilayahnya dijadikan titik serap aspirasi. Ia menitipkan harapan besar agar Haji Orek akrab disapa memberikan atensi khusus pada persoalan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Lalu kemudian, persoalan gas Elpiji 3 Kg yang belum ada pangkalan di Kampung Hijrah tersebut sehingga membuat kesulitan warga sekitar mencari Gas Melon tersebut.
Selain masalah gas, warga juga menyuarakan aspirasinya terkait akses bantuan modal usaha untuk UMKM, karena belum menyetuh secara merata support dan dukungan Pemda terhadap para pelaku UMKM.
Sementara itu, menyikapi semua hal aspirasi masyarakat, Orek mengatakan bahwa, kedatangannya bukan sekadar kunjungan formal.
“Pertemuan ini, dalam rangka mendengarkan usulan dan masukan masyarakat, bantuan bukan saja hanya soal bantuan fisik sederhana, melainkan wujud nyata pembangunan Kabupaten Sumbawa yang lebih luas,” ungkap Haji Orek.
Sedangkan terkait dengan usulan pangkalan Gas Elpiji 3 Kg, memaparkan data teknis yang cukup mengejutkan. Berdasarkan data dari dinas terkait, kuota gas LPG untuk Kabupaten Sumbawa saat ini adalah 11.003 metrik ton.
“Jika dihitung, satu rumah tangga di Sumbawa hanya mendapatkan jatah sekitar 13 tabung per tahun. Angka ini jauh di bawah Kota Mataram yang mencapai sekitar 23 tabung per tahun. Ini adalah ketimpangan yang harus kita perjuangkan,” tegas Politisi Nasdem.
Lanjutnya, Haji Orek juga akan menindaklanjuti data ini ke tingkat pusat, yakni Kementerian ESDM atau Dirjen Migas, agar kuota untuk Sumbawa bisa ditambah sehingga harga di masyarakat tidak melambung di atas harga subsidi akibat kelangkaan. tandasnya.
Selain itu, warga mengusulkan pelebaran jembatan utama dan jalan menuju Kampung Hijrah guna mendukung akses ekonomi dan mobilitas warga, terutama bagi para perajin kopi dan produk UMKM lokal.
“Semua usulan, mulai dari pemberdayaan UMKM hingga jembatan, telah kami catat. Kami akan berupaya maksimal agar aspirasi ini terakomodir dalam program kerja pemerintah daerah dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Mari kita berdoa bersama agar apa yang kita rencanakan bisa terealisasi,” ujarnya. (IA)












