Sumbawa, infoaktualnews.com – Suasana berbeda terasa di sejumlah titik Daerah Pemilihan II Kabupaten Sumbawa. Dari 10 hingga 13 Februari 2026, satu per satu warga berdatangan. Mereka tak sekadar hadir, tetapi membawa harapan. Di hadapan mereka berdiri Syamsul Hidayat, S.E., M.Si — anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa siap mendengar, mencatat, dan memperjuangkan.
Reses pertamanya di tahun 2026 ini menjangkau Kecamatan Lape, Lopok, Lantung, Ropang, Moyo Hulu, Lenangguar, Orong Telu, hingga Lunyuk. Di setiap pertemuan, cerita yang muncul hampir serupa: sekolah butuh perbaikan, jalan perlu perhatian.
Di beberapa desa, warga menggambarkan ruang kelas yang mulai rapuh, WC sekolah yang tak memadai, hingga pagar sekolah yang belum terbangun. Di Kecamatan Moyo Hulu, aspirasi mengalir lebih jauh: pembangunan panggung aksi untuk SMP, tambahan fasilitas sanitasi, hingga pemasangan paving blok di lapangan sekolah agar kegiatan siswa lebih layak dan aman.
“Anak-anak kita adalah masa depan Sumbawa. Fasilitas mereka tidak boleh dibiarkan tertinggal,” tegas Dayat di tengah dialog.
Tak hanya pendidikan, akses jalan juga menjadi sorotan utama. Ruas Langam–Mamak yang menghubungkan Desa Langam, Berora, dan Mamak disebut warga sebagai jalur vital yang membutuhkan perbaikan segera. Jalan Langam–Pungkit di Kecamatan Lopok pun tak luput dari keluhan, begitu juga kebutuhan pengerasan jalan sepanjang 412 meter di Dusun Ramolong. Bagi masyarakat, jalan bukan sekadar infrastruktur—ia adalah urat nadi ekonomi dan mobilitas.
Di Dusun Ramolong dan Unter Pelam, kelompok usaha bersama (KUBE) dan kelompok tani ternak menyuarakan harapan akan dukungan dana hibah untuk menggerakkan roda ekonomi lokal.
Sementara itu, sektor sosial budaya ikut mendapat perhatian melalui usulan pengadaan laptop, printer, serta meubel sekolah seperti kursi dan meja.
Dukungan terhadap lembaga keagamaan juga mengemuka. TPQ yang tersebar di Desa Berora berharap adanya perhatian lebih demi menunjang pendidikan keagamaan generasi muda.
Dayat menegaskan bahwa seluruh aspirasi tersebut akan diperjuangkan melalui mekanisme resmi DPRD. Ia menyadari kondisi fiskal daerah bisa menjadi tantangan, namun baginya itu bukan alasan untuk menutup telinga.
“Ini amanah rakyat. Tugas kami memastikan suara mereka sampai dan diperjuangkan,” ujarnya penuh komitmen.
Reses kali ini bukan sekadar agenda formal, melainkan potret nyata kebutuhan masyarakat akar rumput. Dari ruang kelas yang perlu direhabilitasi hingga jalan yang harus diperbaiki, pesan warga jelas: pembangunan harus menyentuh kebutuhan dasar.
Di akhir rangkaian kegiatan, Dayat menyampaikan harapannya agar Kabupaten Sumbawa terus bergerak maju, memaksimalkan potensi sumber daya alam dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kita ingin Sumbawa tidak hanya berkembang, tetapi mampu bersaing dengan daerah lain,” tutupnya optimis.
Kini, harapan itu bergantung pada kerja nyata dan konsistensi perjuangan. Masyarakat telah bersuara. Saatnya aspirasi itu menjelma menjadi pembangunan yang dirasakan bersama. (*)












