10 Ruang Kelas SMAN 1 Lape Belum Rampung, KCD Dikpora Wilayah IV Sumbawa Harapkan Dukungan Gubernur NTB Miq Iqbal

Kepala Sekolah Agus Surya Pratama didampingi KCD Dikbud Sumbawa NTB Junaidi S.Pd.,M.Pd

Sumbawa, infoaktualnews.com – Proses pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024 di Kabupaten Sumbawa masih menyisakan sejumlah pekerjaan yang belum tuntas. Kondisi ini salah satunya terjadi di SMAN 1 Lape, dimana beberapa ruang kelas hingga kini belum sepenuhnya rampung dikerjakan oleh pihak ketiga pelaksana proyek.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Wilayah IV Sumbawa, Junaidi S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa dari program bantuan pendidikan yang dialokasikan melalui DAK tahun 2024 tersebut, terdapat dua sekolah di Kabupaten Sumbawa yang menerima bantuan pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, yakni SMAN 1 Lape dan SMAN 1 Lunyuk.

Namun demikian, dari dua sekolah tersebut hanya satu sekolah yang pekerjaannya telah selesai secara keseluruhan. Sementara itu, pembangunan di SMAN 1 Lape masih menyisakan beberapa item pekerjaan yang belum tuntas hingga saat ini.

Menurutnya, salah satu pekerjaan yang masih belum rampung adalah pemasangan plafon di sejumlah ruang kelas. Kondisi tersebut membuat beberapa ruang belajar belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para siswa maupun tenaga pendidik.

“Bantuan pendidikan melalui DAK tahun 2024 memang diberikan kepada dua sekolah di Sumbawa, yaitu SMAN 1 Lape dan SMAN 1 Lunyuk. Namun dari kedua sekolah tersebut, baru satu sekolah yang telah rampung pengerjaannya. Sementara di SMAN 1 Lape masih terdapat beberapa item pekerjaan yang belum selesai, salah satunya plafon di sejumlah ruang kelas,” jelas Junaidi yang akrab disapa Jun.

Ia menambahkan, kondisi tersebut tentu menjadi perhatian serius karena sarana dan prasarana sekolah memiliki peran penting dalam menunjang kelancaran proses belajar mengajar. Terlebih lagi, SMAN 1 Lape merupakan salah satu sekolah negeri yang memiliki jumlah siswa cukup banyak di wilayah tersebut.

Jun mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 10 ruang kelas yang belum sepenuhnya rampung. Hal ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi kenyamanan serta efektivitas kegiatan pembelajaran para siswa.

“Dengan kondisi sekitar 10 ruang kelas yang belum rampung, tentu ini dapat mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Kami berharap persoalan ini dapat segera mendapat perhatian agar kegiatan pendidikan bisa berjalan dengan optimal,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB agar sisa pekerjaan yang belum selesai dapat segera dituntaskan.

Jun juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut sehingga pembangunan fasilitas pendidikan yang sempat tertunda dapat segera diselesaikan.

“Tentunya kami berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi NTB di bawah nahkoda Gubernur NTB Miq Iqbal melalui Dikbud NTB agar dapat membantu menuntaskan sejumlah item pekerjaan yang belum selesai di SMAN 1 Lape,” kata Jun.

Lebih lanjut, ia juga mendorong agar penyelesaian pekerjaan yang belum tuntas dapat dilakukan melalui pola swakelola tipe I oleh pihak sekolah dengan pengawasan dari instansi terkait. Pola tersebut dinilai dapat menjadi solusi agar pekerjaan yang tertunda tidak kembali mengalami hambatan administratif maupun teknis.

Menurutnya, apabila masih terdapat sisa anggaran dari program DAK sebelumnya, maka anggaran tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan pembangunan ruang kelas yang belum rampung, tidak hanya di SMAN 1 Lape tetapi juga di sekolah lain yang mengalami kondisi serupa.

“Kami berharap Dikbud NTB bisa merampungkan sejumlah ruangan di SMAN 1 Lape apabila masih terdapat sisa anggaran. Tidak hanya di sekolah ini, tetapi juga di sekolah-sekolah lain yang pekerjaan DAK tahun 2024 lalu belum selesai,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa penyelesaian pembangunan fasilitas pendidikan sangat penting karena manfaatnya akan langsung dirasakan oleh para siswa sebagai generasi penerus daerah. Dengan sarana belajar yang memadai, diharapkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumbawa dapat terus meningkat dan mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul di masa depan.

“Harapan kita tentu sederhana, agar ruang kelas ini segera selesai sehingga para siswa bisa belajar dengan nyaman dan aman. Fasilitas pendidikan yang baik merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah,” ujarnya. (IA)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)