Sumbawa, infoaktualnews.com – Tidak sekadar imbauan, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP langsung menunjukkan komitmennya dalam efisiensi energi dengan bersepeda menuju Kantor Bupati Sumbawa, Senin (30/3).
Aksi ini menjadi tindak lanjut nyata dari ajakan yang disampaikannya pada malam sebelumnya dalam kegiatan Halal Bihalal Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Berangkat dari Pendopo, Bupati Jarot mengayuh sepeda menuju kantor sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran bersama di kalangan aparatur sipil negara (ASN) tentang pentingnya penghematan bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini juga menjadi simbol perubahan pola pikir, bahwa kebijakan tidak cukup disampaikan, tetapi harus dimulai dari teladan pimpinan.
“Kalau ingin mengajak, harus dimulai dari diri sendiri. Ini langkah kecil, tapi kalau dilakukan bersama, dampaknya akan besar,” ungkapnya di sela aktivitas pagi tersebut.
Seperti diketahui, dalam sambutannya pada Halal Bihalal Pemkab Sumbawa 1447 H/2026 M, Bupati Jarot telah mengingatkan potensi tantangan energi global yang bisa berdampak hingga ke daerah. Meski kondisi stok BBM di Sumbawa masih aman, ia menekankan pentingnya langkah antisipatif melalui efisiensi penggunaan energi, termasuk mendorong ASN untuk mulai menggunakan sepeda ke kantor.
Aksi bersepeda ini pun mendapat respons positif dari jajaran pemerintah daerah. Sejumlah ASN terlihat mulai mengikuti langkah tersebut, menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus kontribusi nyata terhadap penghematan energi.
Selain aspek efisiensi BBM, kegiatan ini juga membawa pesan lain yang tak kalah penting, yakni membangun budaya hidup sehat di lingkungan birokrasi. Dengan bersepeda, ASN tidak hanya mengurangi konsumsi BBM, tetapi juga meningkatkan kebugaran tubuh yang berdampak pada produktivitas kerja.
Langkah cepat yang ditunjukkan Bupati Jarot ini mempertegas arah kepemimpinan yang mengedepankan aksi nyata. Dari Halal Bihalal yang sarat nilai kebersamaan, hingga implementasi langsung di lapangan, pesan yang disampaikan menjadi lebih kuat : perubahan dimulai dari contoh, bukan sekadar imbauan. (*)












