Pemda Sumbawa Siapkan Pasar Induk Terintegrasi, Adi sebut Target Dibangun 2027

Sumbawa, infoaktualnews.com –  Pemerintah Kabupaten Sumbawa tengah mematangkan rencana pembangunan Pasar Induk di kawasan belakang Terminal Sumer Payung sebagai upaya mendorong peningkatan pendapatan daerah dari sektor perekonomian pasar. Proyek strategis ini kini memasuki tahap penyusunan Feasibility Study (FS) untuk memastikan kelayakan pembangunan secara komprehensif.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DisKUKMindag) Sumbawa, E.S. Adi Nusantara, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa hasil FS akan menjadi dasar penentuan langkah selanjutnya. Jika dinyatakan layak, pemerintah daerah akan melanjutkan dengan peninjauan Detail Engineering Design (DED) pada tahun 2026. Senin (6/4).

“Bila hasil rekomendasi FS menyatakan layak secara komprehensif, maka akan ditindaklanjuti dengan review DED tahun ini. Dengan FS dan DED ini, nantinya kita kawal kembali ke kementerian untuk dikomunikasikan terkait ketersediaan anggaran di pusat,” ujarnya.

Dalam prosesnya, Pemkab Sumbawa juga melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perdagangan dan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Strategis. Koordinasi tersebut difokuskan pada pemenuhan readiness criteria (RC) sebagai syarat utama agar proyek dapat direalisasikan.

“Kami koordinasi intens dengan Kemendag dan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Strategis untuk mengawal kesiapan RC agar bisa dibangun tahun 2027,” katanya.

Terkait kebutuhan anggaran, Adi menyebut estimasi pembangunan Pasar Induk Sumer Payung berada di atas Rp20 miliar berdasarkan hasil konsultasi awal dengan Kementerian Perdagangan.

“Menurut Kemendag saat kita konsultasikan dulu, di atas Rp20 miliar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan pasar induk ini dirancang sebagai pusat pelayanan perdagangan masyarakat sekaligus penggerak ekonomi daerah. Pemda juga merencanakan integrasi dengan sektor perikanan melalui kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, termasuk dengan program pasar ikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Tujuan utamanya pelayanan pasar untuk publik. Kita juga diskusikan integrasi dengan pasar ikan program KKP,” jelasnya.

Keberadaan pasar induk ini diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi dengan menghubungkan langsung produsen dengan pedagang besar, sehingga memperlancar arus barang dan meningkatkan efisiensi perdagangan.

Untuk menunjang fungsi tersebut, Pemkab Sumbawa merencanakan berbagai fasilitas pendukung, seperti area bongkar muat, gudang penyimpanan termasuk cold storage, kantor pengelola, pos ukur ulang, area parkir kendaraan berat, toilet, mushola, area kuliner, layanan perbankan atau ATM, hingga sarana pengelolaan limbah.

“Pemda akan terus mengawal seluruh tahapan perencanaan agar proyek ini dapat direalisasikan sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah,” ujarnya. (IA)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)