Lompatan Besar Ketangguhan Desa, Sumbawa Pacu Digitalisasi Destana Hadapi Ancaman Bencana

Sumbawa, infoaktualnews.com – Komitmen kuat dalam membangun ketangguhan daerah terhadap ancaman bencana kembali ditegaskan oleh Kabupaten Sumbawa melalui langkah nyata dan terukur. Bertempat di Hotel Grand Samota, Kamis (9/4), digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Fasilitator Penilaian Desa Tangguh Bencana (Destana) yang menjadi tonggak penting dalam transformasi sistem penanggulangan bencana berbasis digital.

Kegiatan strategis ini, sebagaimana disampaikan Arya A. Takwim, S.Hut., M.Si., bukan sekadar agenda pelatihan biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan desa tangguh bencana yang sistematis, terukur, dan berbasis data akurat. Inisiatif ini digagas oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sumbawa, bekerja sama dengan KONSEPSI serta Program SIAP SIAGA NTB.

Sebanyak 33 peserta dari berbagai lintas sektor turut ambil bagian, mulai dari unsur BPBD, Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, hingga para fasilitator teknis dan administrator sistem kebencanaan. Kehadiran fasilitator tingkat provinsi yang berkompeten dalam penilaian Destana serta pengelolaan Sistem Informasi Kebencanaan (SIK) turut memperkaya kualitas pelatihan ini.

Dalam forum tersebut, peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai Instrumen Penilaian Ketangguhan Desa (PKD), mekanisme verifikasi lapangan, hingga praktik langsung penggunaan aplikasi SIK/Siaga NTB. Platform digital ini menjadi kunci dalam penginputan serta integrasi data kebencanaan secara real-time, akurat, dan terpusat.

Langkah ini menjadi semakin krusial jika melihat capaian Desa Tangguh Bencana di Provinsi NTB yang saat ini baru menyentuh angka 434 desa dari total 1.121 desa. Fakta ini menjadi alarm sekaligus tantangan bahwa percepatan, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor adalah sebuah keharusan.

Tidak hanya berhenti pada aspek teknis, kegiatan ini juga memperkuat peran Tim Fasilitator Penilaian Destana Kabupaten Sumbawa yang telah dibentuk melalui Surat Keputusan Bupati. Tim ini diharapkan menjadi ujung tombak dalam memastikan proses penilaian berjalan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel, sekaligus menghasilkan data valid sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

Salah satu peserta, Amir Ali, menegaskan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan kebencanaan. Menurutnya, pendekatan konvensional sudah tidak lagi relevan di tengah kompleksitas risiko saat ini.

“Pendekatan berbasis data dan sistem digital seperti SIK adalah kunci untuk memastikan intervensi kebencanaan tepat sasaran, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Kabupaten Sumbawa menunjukkan langkah progresif dan visioner dalam membangun sistem ketangguhan daerah yang mengedepankan kolaborasi, teknologi, dan partisipasi aktif masyarakat.

Digitalisasi Destana bukan hanya inovasi, tetapi menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan potensi bencana yang kian meningkat.

Kini, Sumbawa tidak hanya bersiap menghadapi bencana. Lebih dari itu, Sumbawa sedang memimpin arah perubahan—menuju masa depan desa-desa yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi segala risiko. (*)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)