News  

Sinkronisasi Kebijakan Daerah dan Perhutanan Sosial, Bupati Jarot Dorong Agroforestri Berkelanjutan Demi Wujudkan Sumbawa Hijau Lestari 

Sumbawa, infoaktualnews.com – Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan kembali ditegaskan melalui langkah strategis di sektor kehutanan. Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Fasilitasi Agroforestri Lahan dan Energi Perhutanan Sosial (Fapes-PS) yang berlangsung selama dua hari, 9–10 April 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan arah kebijakan antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengelolaan perhutanan sosial yang berkelanjutan. FGD tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga wadah strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi hutan berbasis masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan ini berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Bapperinda Sumbawa, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa, Dinas Pertanian Sumbawa, Kepala Balai Perhutanan Sosial Denpasar, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Dodokan Moyosari, serta sejumlah pejabat teknis lainnya, termasuk Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan dan Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat. Kehadiran mereka mencerminkan keseriusan bersama dalam mendorong tata kelola hutan yang inklusif dan berkeadilan.

Bupati Jarot akrab disapa, menegaskan bahwa perhutanan sosial bukan sekadar program, melainkan solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan agar tidak terjadi tumpang tindih program, serta memastikan setiap intervensi pembangunan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Perhutanan sosial harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Di sinilah pentingnya agroforestri, yang menggabungkan aspek ekonomi, ekologi, dan sosial secara seimbang,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan kelompok tani hutan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan akses pasar bagi produk-produk hasil agroforestri. Menurutnya, tanpa dukungan tersebut, potensi besar yang dimiliki sektor ini tidak akan berkembang secara optimal.

FGD Fapes-PS ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi besar pasangan Jarot-Ansori dalam mewujudkan program “Sumbawa Hijau Lestari”. Program ini berorientasi pada pelestarian lingkungan hidup, rehabilitasi hutan dan lahan, serta penguatan ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.

Selain itu, forum ini turut membahas berbagai isu krusial, seperti konflik tenurial, pemanfaatan energi berbasis biomassa, serta integrasi program perhutanan sosial dengan sektor pertanian dan peternakan. Pendekatan lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembangunan yang lebih terpadu dan berdaya saing.

Kegiatan ini pun diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan daerah ke depan, sekaligus memperkuat posisi Sumbawa sebagai daerah yang serius dalam mengelola sumber daya alam secara bijak.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat dari seluruh pihak, Kabupaten Sumbawa optimistis mampu menjadi contoh sukses dalam pengelolaan perhutanan sosial di Indonesia—sebuah langkah nyata menuju masa depan yang hijau, lestari, dan menyejahterakan masyarakat. (*)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)