Sumbawa, InfoaktualNews –
Proyek pembangunan sumber mata air baku (SPAM) “Ai-Ngelar” dikawasan Dusun Selang Desa Kerekeh Kecamatan Unter Iwes Kabupaten Sumbawa yang dibiayai pembangunannya oleh Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWS-NT1) tahun anggaran 2020 dengan menyerap bantuan dana APBN sekitar Rp 11 Miliar, paling lambat awal Desember mendatang sudah bisa dituntaskan pembangunannya dengan baik sesuai dengan rencana.
Maka kelanjutan bagi pembangunan dan pembenahan jaringan pipa sambungan rumah (SR) bagi pelanggan PDAM yang menyerap biaya cukup besar sekitar Rp 90 Miliar direncanakan akan dilaksanakan tahun 2021 mendatang melalui Balai Prasarana Infrastruktur Wilayah (BPIW) Provinsi NTB, ungkap Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Sumbawa melalui Kabid Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Erma Hadi Suryani, ST., kepada awak media diruang kerjanya, (25/2).

Ket. Foto: Kabid Air Bersih dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman PRKP Kab. Sumbawa, Erma Hadi Suryani, ST (Ist)
Dengan kapasitas debet air SPAM Ai Ngelar yang dihasilkan 100 liter perdetik tersebut akan memberikan kontribusi bersama dengan debet air yang dihasilkan dari sumber mata Semongkat, terang Erma akrab ia disapa.
Sehingga kedepannya kebutuhan pasokan air bersih yang dibutuhkan warga masyarakat di daerah ini, khususnya bagi pelanggan Perumdam Batulanteh yang selama ini mendapatkan air bersih masih merasakan minim akan dapat terpenuhi dengan baik sebagaimana yang diharapkan.
Bagaimana sumber mata air baku SPAM Ai Ngelar ini dapat segera dimanfaatkan, Maka Pemda Sumbawa melalui PRKP telah mengusulkan rencana lanjutan bagi pembangunan dan pembenahan jaringan pipa untuk sambungan rumah (SR) bagi pelanggan PDAM (Perumdam) Batulanteh itu haruslah dibangun. Kata erma, pemda telah mengusulkan kepada Pemerintah Pusat melalui Balai Prasarana Infrastruktur Wilayah (BPIW) Provinsi NTB, agar program pembangunan dan pembenahan jaringan pipa SR pelanggan itu paling tidak dapat dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang, tukasnya.
Lebih jauh Erma menyatakan, terhadap usulan PRKP yang diajukan itu, maka pekan kemarin pihaknya telah melakukan kegiatan ekpose di Mataram bersama dengan pihak BPIW-NTB dan Cipta Karya. Dimana pekan mendatang akan dilanjutkan kembali dengan ekpose terakhir guna memantapkan program lanjutan pembangunan dan pembenahan jaringan pipa SR pelanggan PDAM dimaksud, sehingga seluruh dokumen usulan proyek dapat dengan segera dibawa menuju Jakarta.
Diakuinya, memang untuk penanganan pembangunan SPAM Ai Ngelar mulai dari pembangunan Intake hingga pemasangan jaringan pipa sepanjang 8 Km plus Reservoir menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) itu dalam tahun 2020 ini penanganannya melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1 (BWS-NT1). Akan tetapi untuk penanganan lanjutan bagi pembangunan dan pembenahan jaringan pelanggan itu. kini ditangani melalui Balai Wilayah Infrastruktur Wilayah Provinsi NTB (BPIW-NTB), dan telah masuk dalam skala prioritas usulan ke Pusat tahun anggaran 2021 mendatang, kata Erma.
Dari data yang ada menunjukkan kalau jaringan pipa SR pelanggan PDAM yang ada saat ini sudah berumur puluhan tahun, karena dibangun tahun 1982 lalu, sehingga sangat perlu dilakukan peremajaan dan pergantian dengan yang baru. Oleh karena itu program usulan bagi pembangunan dan pembenahannya diharapkan dapat dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang, dan sesuai dengan informasi yang diperoleh dari Mataram sudah ada sinyal soal serapan biaya pembangunannya ditaksir mencapai total sekitar Rp 90 Miliar dan ada kemungkinan pembiayaannya menggunakan sistem Multi Years (Tahun Jamak), sehingga nanti akan dilakukan proses tender, karena itu atas dukungan semua pihak disampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam, pungkasnya. (IA-aM*)












