Lombok Barat, InfoaktualNews.com –
Sejumlah masalah mewarnai mutasi jabatan di Lombok Barat dari persoalan kualifikasi pendidikan hingga melangkahi aturan dan regulasi. Hal ini menurut Jaringan Informasi dan Komunikasi Lombok Barat (Jarinkobar) sebagai bukti nyata dan konkret dari kacaunya manajemen kepegawaian di Lombok Barat. Hal tersebut disampaikan oleh Muhazam Fadli Ketua Dewan Pembina Jarinkobar beberapa waktu lalu usai pelantikan pejabat eselon 2 di Lombok Barat.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Jarinkobar Muhazam dalam keterangan persnya kepada awak media, kamis (31/12), menyatakan bahwa berbagai masalah ini terjadi karena lemahnya manajemen kepegawaian dan amburadulnya kinerja kepala BKD dan Kabid Mutasi serta jajarannya. Hal ini tentu harus menjadi catatan penting bagi Kepala Daerah agar dapat menempatkan pejabat yang memiliki komitmen dan kompetensi dalan pengembangan sumber daya manusia.
Menurutnya, para pejabat di bidang kepegawaian juga harus benar benar memahami regulasi sehingga dapat memberikan pertimbangan yang komprehensip dan benar kepada kepala daerah, agar tidak terjadi masalah dan persoalan atas kebijakan yang dilakukan oleh Bupati. ungkap Muhazam.
Kendati demikian, dibutuhkan leadership yang kuat dan kokoh dalam memimpin Lombok Barat, terang Muhazam hal tersebut belum dilihat dalam kepemimpinan Bupati saat ini. Hal ini tentu akan mengakibatkan Pembangunan dan pemerintahan di Lombok Barat tidak dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan target.
“Dibutuhkan leadership dari Kepala Daerah dalam membangun daerah, saat ini belum terlihat di Lombok Barat sehingga kondisinya seperti saat ini,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti tentang pelantikan yang dilakukan oleh Bupati di akhir tahun 2020. Hal ini membuat dirinya dan Jarinkobar prihatin dan sedih, sebab diduga Bupati ternyata lebih mengutamakan kerabat daripada profesionalitas dalam melaksanakan mutasi. Jika melihat dari kualifikasi pendidikannya tidak cocok dengan jabatan staf ahli bidang Hukum, Pembangunan dan Politik.
Menurutnya hal ini menunjukan Bupati lebih mengutamakan keluarga daripada profesionalitas. “Kami prihatin dengan kepemimpinan Bupati yang lebih mengutamakan keluarga daripada profesionalitas dalam mutasi kemarin,”
Kendati Muhazam juga mengaku cukup prihatin dengan komposisi jabatan di BKDPSDM. Hal ini lantaran pejabat tersebut memiliki latar belakang pendidikan sarjana Teknik dan orang dekat Bupati dan tidak pernah memliki pengalaman di bidang kepegawaian. Kata dia, ini tentu akan menambah amburadulnya manajemen kepegawaian di Daerah, dengan komposisi seperti saat ini, daerah akan sulit untuk maju dan berkembang karena para pejabat yang ditempatkan di posisi posisi cukup penting tidak memiliki pengalaman yang mumpuni dalam bidang tersebut dan latar belakang pendidikannya tidak berhubungan dengan jabatan yang akan diemban. “Tentu ini menjadi keprihatinan kita dan kami sayangkan penempatan pejabat ini terkadang tidak sesuai dengan latar belakang dan kualifikasi pendidikan,” paparnya.
Sementara itu, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid dalam sambutannya saat melantik tiga pejabat eselon II meminta agar para pejabat yang baru dilantik dapat berkerja dengan maksimal.
Lantik Tiga Orang Pejabat Eselon II, Bupati Fauzan Minta Staf Ahli Lebih Berperan dalam proses pembangunan di Lombok Barat. “Semua potensi harus kita manfaatkan untuk memaksimalkan hasil-hasil dari pembangunan. Termasuk staf ahli, saya sangat berharap kepada staf ahli sesuai dengan bidangnya, agar asisten juga berkoordinasi dengan staf ahli dalam konteks supervisi, koordinasi, dengan OPD-OPD yang ada di Lombok Barat,” ujar bupati. Dalam sambutanya Bupati juga berpesan kepada semua pejabat yang dilantik agar bekerja maksimal sehingga dapat memberikan bukti kepada masyarakat atas kerja yang telah dilakukan.
“Mohon kepada para pejabat yang baru saja dilantik, berikan bukti kepada kita semua dan masyarakat Lombok Barat bahwa Anda bisa melakukan yang lebih baik dari pejabat sebelumnya bahkan dari jabatan-jabatan sebelumnya yang diemban,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati melantik 3 pejabat eselon II hasil pansel yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Dalam pelantikan yang dihadiri juga oleh Wakil Bupati Hj. Sumiatun dan Sekretaris Daerah Dr.H. Baehaqi ini, Bupati melantik tiga pejabat yaitu H. Bahruddin Basya sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik. Sebelumnya Bahruddin menjabat Sekretaris pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim). Hery Ramadhan sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Sebelumnya, Hery menjabat sekretaris pada instansi yang sama. Juga Camat Batulayar Syahrudin yang dimanahkan jabatan baru sebagai Kepala Badan Kepegawean Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM). (IA-AZR)