Sumbawa, Infoaktualnews.com –
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BWS-NT1) Operasi Pemeliharaan (OP) III Satker Sumbawa Suhardi ST melalui Kasubag Tata Usaha Hj Roro Emi Ruliyastini dalam keterangannya kepada awak media diruang kerjanya Kamis (29/4), menyatakan kalau Pemerintah Pusat (Pempus) dalam tahun anggaran 2021 ini telah meluncurkan program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) untuk Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan menggelontorkan anggaran yang cukup besar mencapai sekitar Rp 7,4 Miliar. dengan kegiatan pelaksanaan program yang ditangani langsung oleh Kelompok Penerima Manfaat (KPM) didampingi Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dalam upaya turut serta mensukseskan program Penguatan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021, dan sejauh ini dinilai berjalan baik dalam keadaan “On The Track” sesuai dengan schedule yang direncanakan.
Menurutnya, program P3-TGAI tahap pertama tahun anggaran 2021 untuk Kabupaten Sumbawa dan KSB mendapatkan 38 paket (lokasi) dengan rincian masing-masing Sumbawa 19 paket dan KSB 19 paket. Dimana dilaksanakan langsung oleh para petani yang tergabung dalam Kelompok Penerima Manfaat (KPM) itu dalam masa waktu selama tiga bulan yang dimulai sejak awal April lalu hingga akhir April ini progres fisik yang dihasilkan cukup baik, yakni untuk Sumbawa rata-rata pekerjaan telah mencapai 30% – 40%, begitu pula untuk KSB berkisar 40% – 50%, sehingga optimis sampai Juni 2021 mendatang akan dapat dituntaskan dan diselesaikan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan.
Melalui program P3-TGAI ini terang Hajah Emi akrab ia disapa, selain merupakan upaya pemerintah dalam rangka penguatan ekonomi nasional (PEN), yang terpenting agar masyarakat tani (petani) di wilayah Kabupaten Sumbawa dan KSB ini paling tidak akan dapat terbantu dalam memperlancar akan ketersediaan pasokan air yang dibutuhkan, dengan melaksanakan program kegiatan pembangunan, pembenahan dan rehabilitasi atas sejumlah jaringan cacing (tersier maupun sekunder) menuju areal persawahan petani yang berada dikawasan Sumbawa dan KSB.
Hajah Emi juga mengungkapkan, nilai anggaran yang diberikan kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) dari Kelompok Petani Pemakai Air (P3A) masing-masing sebesar Rp 195 Juta yang langsung masuk kedalam rekening masing-masing KPM-P3A yang telah terdaftar dan dijadikan skala prioritas dalam pelaksanaan tahap pertama tahun anggaran 2021 ini. Sehingga total anggaran Pusat yang digelontorkan untuk menunjang program P-TGAI ini mencapai sekitar Rp 7,4 Miliar diharapkan untuk tahap pertama bagi 38 paket lokasi di Sumbawa dan KSB ini akan dapat membantu para petani memperoleh pasokan air yang dibutuhkan bagi menunjang kegiatan pengolahan areal lahan pertanian yang dimiliki, dengan pelaksanaan kegiatannya di lapangan diserahkan sepenuhnya kepada KPM-P3A masing-masing yang bertanggung jawab.
Dalam pelaksanaan di lapangan cetus Hajah Emi, KPM didampingi tim konsultan management maupun TPM masing-masing yakni untuk Sumbawa sebanyak 13 orang dan KSB 11 orang, karena itu atas dukungan Pemda Sumbawa dan KSB serta dukungan berbagai elemen masyarakat di daerah ini. kami atas nama jajaran BWS NT1-OP3 Satker Sumbawa menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam, sehingga apa yang diprogramkan oleh Pemerintah Pusat dapat terwujud sebagaimana yang diharapkan.(IA-06)












