SUMBAWA, infoaktualnews.com – Pemda Sumbawa kini memprioritaskan tiga paket proyek strategis yang masuk dalam daftar usulan untuk mendapatkan alokasi anggaran dari Pusat, agar dapat terealisasi program pembangunan fisiknya pada tahun anggaran 2022 ini yang menyerap anggaran puluhan Miliar Rupiah.
Baik itu terkait dengan Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Minum (RISPAM) Ai-Ngelar dan penyediaan sarana prasarana air bersih, Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Raberas Kelurahan Seketeng Kecamatan Sumbawa.
Dimana pembangunan IPLT bertujuan untuk meningkatkan layanan sanitasi sebagai salah satu pelayanan dasar kepada masyarakat untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang bersih. Ini juga salah satu upaya memantapkan infrastruktur wilayah (jalan, irigasi, Tempat Pembuangan Akhir Sampah) sebagaimana termaktub dalam 10 program prioritas Pemerintahan Mo-Novi.
Kepala Bappeda Sumbawa Ir. Junaidi, M.Si. menyatakan bahwa, total anggaran yang diajukan ke pusat untuk pembangunan fasilitas tersebut sebesar 9,5 miliar.
Dengan fasilitas ini katanya, pengelolaan limbah tinja di kota Sumbawa atau di lima kecamatan (Sumbawa,Unter Iwes, Labuan Badas, Moyo Utara, Moyo Hilir,) dapat tertangani di TPA Raberas yang selama ini belum bisa dioptimalkan penanganannya.
“Karena selama ini kita di Sumbawa belum menerapkan pengelolaan limbah tinja di masing-masing rumah tangga. Karena begitu penuh, buka lagi septic tank yang baru, tapi belum bisa kita kelola mengambil itu untuk dibuang dan dikelola di tempat khusus. Kita belum ada fasilitas untuk menyedot dan fasilitas untuk mengelola di TPA Raberas sana,” ungkapnya.
Saat ini, Pemda hanya mengelola limbah dari rumah tangga. Padahal limbah lumpur tinja seharusnya menjadi bagian yang harus dikelola. Sehingga lingkungan sekitar tetap terjaga, termasuk kondisi air tanah. Apalagi pemerintah sedang mendorong geliat daerah ini di bidang pariwisata. Tentu itu menjadi hal yang harus tertangani.
“Kalau semua lahan di rumah, khusus untuk menampung itu, maka kualitas air akan terganggu. Sementara masyarakat kita saat ini, karena kekurangan air dari PDAM masih menggunakan sumur bor,” cetusnya.
Setelah proses pengelolaan, limbah itu akan mendapat nilai tambah karena bisa dimanfaatkan sebagai pupuk. (IA-**)












