Minyak Goreng Langka, Ini Program Diskoperindag Sumbawa

Sumbawa, infoaktualnews.com – Dalam sepekan terakhir ini warga masyarakat Sumbawa mengeluhkan terjadinya kelangkaan minyak goreng di pasaran, termasuk di sejumlah ritel modern Alfamart dan Indomart stock pasokan minyak goreng dari berbagai kemasan mengalami kekosongan, karena belum dikirim pasokannya dari Pusat.

Menyikapi terkait hal ini, Pemda Sumbawa melalui Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UKM Kabupaten Sumbawa segera mengambil langkah kongkret dengan melakukan kegiatan operasi pasar di sejumlah Kecamatan.

Oleh karena itu, dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng dan kebutuhan masyarakat maupun upaya untuk melakukan stabilisasi harga, ungkap Kadiskoperindag dan UKM Sumbawa, Ricki Trisnadi, SE.,MSi, didampingi Kabid Perdagangan Edi Setiawan kepada awak media, Rabu (2/2) diruang kerjanya.

Diskoperindag Sumbawa, Kata Riki akrab disapa pejabat muda ini, akan mengadakan kegiatan operasi pasar bekerjasama dengan satu distributor Bimoli yang ada di daerah ini. dengan melaksanakan kegiatan pada enam titik.

Operasi pasar ini, cetus Kabid Perdagangan Edi Setiawan, khususnya untuk minyak goreng dilakukan Diskoperindag Sumbawa pada enam titik lokasi selama dua pekan kedepannya akan bekerjasama dengan distributor sentral distribusi utama Bimoli Sumbawa yang berada di wilayah Kerato Kecamatan Unter Iwes.

Dimana kegiatan ini, dimulai sejak Senin (31/1) kemarin di Kantor Camat Lopok, Kamis (3/2) di Kecamatan Alas, Jumat (4/2) di Kantor Diskoperindag Sumbawa, Selasa (8/2) di Moyo Hulu, Rabu (9/2) di Moyo Utara dan Kamis (10/2) di Kecamatan Plampang. tuturnya.

Dijelaskannya, Stock minyak goreng yang ada saat ini pada distributor sentral distribusi utama Bimoli Sumbawa, karena memang mereka sebelumnya sudah melakukan DO sejak Desember 2021 lalu sebelum ada kebijakan Pemerintah tentang HPP Rp 14.000 per liter tersebut. dan sempat tertahan karena mereka tidak bisa melakukan move on barang sebagai akibat sejumlah ritel kios atau toko itu tidak berani menerima dan menjual dengan harga Rp 14.000 perliter tersebut.

Akhirnya kita kerjasamakan barang-barang teman distributor wajib keluar dan diupayakan melalui kegiatan operasi pasar ini, Kata Edi, maka stabilisasi harga dapat terjaga dan diupayakan semua sampai dengan di pasar, toko ataupun kios-kios kecil itu bisa normal di harga Rp 14.000. Dan mau tidak mau teman-teman distributor kecil itu wajib mengambil dan melempar harga Rp 14.000 perliter dari minyak goreng dimaksud.

Terkait dengan sejumlah ritel modern seperti Alfamart dan Indomart, memang di beberapa tempat mengalami kekosongan stock pasokan minyak goreng, kendati demikian Diskoperindag akan terus melakukan pemantauan terkait dengan keberadaan stock pasokan minyak goreng dimaksud, tukasnya. (IA-**)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)