Sumbawa, infoaktualnews.com – Pengurus Daerah Pemuda (PD) Nahdatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Kabupaten Sumbawa menggelar diskusi publik dengan tema “Tantangan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam Mensukseskan Penyelenggaraan MotoGP dan MXGP serta Peluang dan Potensi Keterlibatan Pemuda”.
Dimana kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Ketua Umum NWDI Kabupaten Sumbawa, Jamaluddin Malady, ST., MT, pada hari Sabtu, (5/6) di lantai 3 Kantor Bupati.
Adapun pemateri dari diskusi ini adalah Bupati Sumbawa yang di wakili oleh Ir. H. Junaidi, M.Si, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq, SH., Akademisi Intelektual Muda Dekan Fakultas Hukum Universitas Samawa (UNSA) DR. Lahmuddin Zuhri, SH., MH.
Sementara Tamu Undangan dan peserta diskusi yang hadir dari Kapolres Sumbawa, DANDIM 1607/Sumbawa, BM Bank NTB Syariah Sumbawa, Notaris / Pengusaha Muda Sumbawa, Muslimat NWDI, HIMMAH NWDI, BEM Sekabupaten Sumbawa, EK LMND Sumbawa dan Perwakilan DPC GMNI Sumbawa, Pemuda NW dan HIMMAH NW Sumbawa.
Ketua Panitia Diskusi Publik, Maulana Praditya, SH., mengatakan Kami memohon maaf atas singkatnya waktu untuk sebuah agenda sebesar MXGP ini. Bagaimanapun ini adalah pemantik awal untuk kita terus bekerja baik pikiran dan tindakan dalam mensukseskan event ini.
“Terimakasih kepada seluruh pemateri dan teman-teman yang hadir serta mari kita kawal bersama,” himbaunya.
Acara yang singkat dengan tema yang lumayan berat ini berjalan cukup baik, meski masih ada banyak tanya di benak peserta. Didalam diskusi mayoritas peserta mempertanyakan kesiapan Pemerintah daerah dalam menyelenggarakan acara tersebut, bukan hanya pada penyelenggaraannya yang notabene akan dilaksanakan oleh panitia terpilih tapi lebih pada efek ekonomi yang akan dirasakan oleh masyarakat kabupaten Sumbawa.
Dalam pernyataan penutup Ketua DPRD Sumbawa mengatakan DPRD akan mendukung penuh kegiatan ini tapi ada dua hal penting pertama suksesnya event kedua apa dampak ekonomi yang akan dirasakan oleh masyarakat, ini titik tekannya, ungkap Rafiq akrab disapa politisi PDIP.
Sementara itu, DR. Lahmudin menyatakan, MXGP harus kita anggap sebagai berkah meski ketika kita salah dalam mengelolanya pasti akan menjadi musibah, maka dari itu pemuda, mahasiswa harus siap terlibat, berimajinasi akan seperti apa event ini ke depan.
Lanjut Lahmudin, kalau perlu kita tetapkan Juni sebagai Bulan Cross karena membangun kesiapan mental kita jauh lebih sulit daripada membangun fisik secara event. tungkasnya.
Kemudian, pemateri dari pihak pemerintah daerah sumbawa, menyampaikan bahwa, sampai saat ini belum bisa mengabarkan secara rinci sejauh mana proses kegiatan MXGP tersebut.
Namun pemerintah daerah menjamin bahwa setiap aspirasi akan kami sampaikan ke Bupati dan diatas tanggal 15 bulan ini, insyaAllah akan ada kejelasan terkait pembagian wewenang panitia penyelenggara dan pemerintah daerah itu apa saja, katanya.
Ketiga pemateri juga berjanji siap akan menghadiri diskusi terkait MXGP ini kapanpun.
Ketua Umum PD NWDI Kabupaten Sumbawa, Dea Guru Jamaluddin Malady, S.Sos.,MT, mengatakan, kegiatan pemuda NWDI salah satu bentuk kepedulian dan kiprah ormas NWDI dalam ikut serta membangun sumbawa yang gemilang dan berkeadaban.
Akhirnya acara diskusi ditutup dengan pemberian plakat kepada seluruh pemateri yang diserahkan langsung oleh ketua umum PD NWDI Kabupaten Sumbawa, Dea Guru Jamaluddin, S.Sos., MT. (IA-dy)












