Sumbawa, infoaktualnews.com – Salah satu bendungan terbesar di NTB dan masuk dalam proyek strategis nasional yang tengah dibangun di Kabupaten Sumbawa NTB saat ini adalah pembangunan Bendungan Beringin Sila (BBS) di Kecamatan Utan, dengan kegiatan peletakan batu pertamanya (Ground Breaking) dilakukan sejak 21 Januari 2019 lalu, dengan menyerap anggaran Pusat sekitar Rp 1 Triliun lebih itu dengan pelaksanaan pekerjaan menggunakan sistem tahun jamak (Multi Years).
Dimana pembangunan dipercayakan penanganan pembangunan fisiknya untuk paket (1) oleh PT Brantas Abipraya kerjasama operasional (KSO) dengan PT Mina, dan paket (2) dikerjakan oleh PT Nindya Karya KSO dengan PT Bunga Raya Lestari, sejauh ini progres fisik pembangunan infrastrukturnya telah mencapai sekitar 80 persen, ungkap Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setda Sumbawa Lalu Suharmadji Kertawijaya, ST.,MT, kepada awak media diruang kerjanya, Senin (23/5).
Ada beberapa item pekerjaan yang dilaksanakan terang Suharmaji, meliputi bangunan spillway (pelimpah), bangunan fasilitas dan jalan akses serta pekerjaan lainnya, dengan capaian progres fisik sampai saat ini cukup baik untuk pelaksanaan paket I dan II jauh melebihi target yang ditentukan, sehingga optimis pembangunan Bendungan Beringin Sila tersebut akan dapat dituntaskan hingga awal tahun 2023 mendatang, dimana Bendungan Beringin Sila secara teknis memiliki tampungan sebesar 27,46 juta meter kubik (M3) dengan tinggi 80 meter dan panjang 787,58 meter akan mampu mengairi sawab ber-irigasi seluas 3.500 Ha dengan suplay air baku mencapai 76 liter/detik, yang diharapkan kedepan Bendungan Beringin Sila ini akan dapat menjadi penyokong utama Kabupaten Sumbawa sebagai lumbung pangan nasional di NTB.
“Bendungan Beringin Sila progres perkembangan pembangunan fisiknya cukup bagus dan kini telah mencapai sekitar 80%, bahkan untuk “Infounding” pengisian bendungan akan maju dan daat dilaksanakan pada bulan Juni mendatang, dan sekarang rekanan kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya sedang menambah kekuatan alat berat dan sebagainya untuk mengejar hal tersebut, kendati menurut kontrak sebenarnya harus diselesaikan pada Juni 2023, namun pada saat pembuatan terowongan Inlet – Outlet nya itu sejauh 700 meter yang diperkirakan satu tahun justru bisa dikerjakan selama 6 bulan saja, nah itu yang membuat progresnya mengalami kemajuan, dan sejauh ini dalam pelaksanaannya dilapangan tak ditemui adanya kendala yang berarti,” kata Suharmadji.
Begitu pula terkait soal pembangunan dan pengembangan jaringan irigasi BBS tersebut juga telah dialokasikan anggarannya, dan diharapkan pembayaran ganti rugi lahan yang terkena dampak bagi pengembangan jaringan irigasi BBS tersebut akan dapat dituntaskan dalam tahun 2022 ini oleh BWS, dan seiring dengan pelaksanaan Infounding maupun pembangunan dan pengembangan jaringan irigasinya itu tuntas dilaksanakan tahun ini, maka optimis pada saat HUT Sumbawa ke – 64 tanggal 22 Januari 2023 mendatang bendungan tersebut sudah bisa diresmikan, ujarnya. (IA-**)












