Sumbawa, infoaktualnews.com – Selain menjadikan super prioritas penanganan dan pembenahan fisik sejumlah sekolah di Kabupaten Sumbawa tahun 2023 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa juga mencanangkan program “Full The School” secara bertahap bagi seluruh Sekolah Dasar (SD) , ujar Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa Dr HM Ikhsan Safitri, M.Si.,kepada awak media, Senin (2/1-2023).
Program Full The School bagi anak-anak Sekolah Dasar ini terang Ikhsan akrab ia disapa, sesuai dengan rencana akan diberlakukan secara bertahap dimulai pada tahun ajaran baru 2022/2023 dan ini menyangkut tentang tata kelola pembelajaran di sekolah. Dimana program ini telah terlebih dahulu diterapkan dan dilaksanakan di tingkat SMP dan dinilai telah berjalan dengan baik.
Oleh karena itu, dari hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan ternyata Full The School ini meningkatkan semangat belajar anak-anak dan mengurangi waktu bermain yang kemudian tidak produktif. cetus Ikhsan.
Menurutnya, kalau selama ini belajar anak-anak SD dari pagi hingga Jam 13.00 Wita siang hari, maka dengan diterapkan program Full The School ini maka anak-anak akan belajar full dari pagi hingga sore hari jam 15.00 – 15.30 Wita atau mereka akan aktif belajar disekolah selama 5 hari dari Senin – Jumat. Dan hari Sabtu dan Minggu mereka bisa libur dan dapat digunakan untuk pembinaan internal.
Program Full The School ini ungkap Ikhsan, akan diterapkan mulai tahun ajaran baru tahun depan sambil Dikbud menyiapkan sejumlah perangkat yang dibutuhkan termasuk terlebih dahulu akan melakukan kegiatan sosialisasi dan identifikasi disekolah mulai awal Januari 2023. Masih kata Ikhsan, agar bisa diketahui sejauh mana kesiapan SD dalam melaksanakan program tersebut. Program ini tidak serta merta diterapkan untuk semua sekolah tergantung dari kesiapan SD yang bersangkutan, sehingga program ini akan diberlakukan secara bertahap dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan anak-anak kedepannya.
Selain itu, Dikbud Sumbawa juga akan melaksanakan program “Regrofing atau Merger” terutama bagi lokasi sekolah yang berdekatan contoh misalnya SD 8 dan SD 10 bisa disatukan sekolahnya untuk efisiensi, dengan nama sekolah diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah dan bisa saja tidak menunjukkan numerik. tandasnya
“Kami mendorong tidak lagi menggunakan nomor tetapi bisa disebut SD Sumer Bater misalnya, dimana nama dimaksud menunjukkan filosofi. Namun untuk melaksanakan program merger ini tentu nanti akan dilakukan sosialisasi dan musyawarah dengan sejumlah pihak. Pasalnya, merger ini dilaksanakan paling tidak leadership kepala sekolah itu bisa ditingkatkan. Dan diharapkan dengan merger sekolah ini tidak ada lagi yang namanya kelangkaan murid sekolah,” harap Ikhsan.
Bahkan tahun 2023 ini, juga akan diberlakukan sistem pendaftaran siswa baru menggunakan sistem Online PPDB sebab dengan memakai aplikasi ini tidak ada lagi yang namanya loby-loby tetapi dilakukan pendaftaran secara terbuka melalui Online. Tentunya harus menyiapkan sejumlah perangkat IT yang ada, dimana program ini diterapkan tentu berdasarkan kajian-kajian yang komprehensif. Untuk itu, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan. Pungkasnya (IA*)












