BANDUNG,infoaktualnews.com – Implementasi hutan sebagai sumber daya akam yang bermanfaat buat masyarakat menjadi spirit kerna Perhutani Bansung Selatan.
Potret tersebut dalat dilihat dari pemanfaatan air . Kendati ditengah musin kemarau Perhutani Bansung Selatan mempriotitaskan air untuk kebutuhan masyarakat.
” Apa yang dilakukan itu amanah konstitusi, dimana air Dipergunakan untuk sebesar besarnya kemakmuran masyarakat, ” ujar Andrian Eka Nugraha Wakil Administratur Wilayah Timur Perhutani Bandung Selatan, Jumat (20/10/2023).
Hampir seluruh masyarakat yang tinggal disekitar kawasan hutan Perhutani Bandunh Selatan digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-hari dan kebutuhan lainnya.
Pemanfataan air juga ada yang dikerjasamakan dengan pohak swasta. Seperti PDAM dan tempat-tempat wisata.
Kendati demikian ditegaskan Andrian, kebutuhan untuk masyarakat tetap paling dipriotitaskan.
” Untuk kebutuhan air masyarakat kami bangun bak-bak penampungan didekat pemukiman masyarakat yang tinggal sekitar hutan jadi mudah dijangkau, ” tuturnya.
Dijelaskan Andrian musim kemarau saat ini terjadi pengurangan debit air mencapai 50 persen. Namun hal tersebut tidak mengganggu kebutuhan masyarakat terhadap air.
” Meskipun kemarau tidak sampai kering. Hanya debitnya berkurang dan air tetap bisa dinikmati masyarakat, ” jelasnya.
Desa yang berada di sekitar kawasan hutan Perhutani Bandung Selatan jumlahnha mencapai 110 Desa.
Perkiraan data dukung air untu masyarakat kitavatu ada 110 desa yg bersinggunhan dgn kawasn hutan hampir aemua desa ada oemanaftaan air daei kawasan hutan.
Dari sisi intensitas penggunaan air tiap-tiap desa berbeda-beda penggunaan jumlah debit airnya.
Dikatakan Andrian seandainya debit air terus mengalami pengurangan akibat musim kemarau, pihaknya telah mengantisipasi untuk melakukan pengaturan.
” Nantinya petugas kiya berkordinasi dengan berbagai pihak terutama desa untuk melalukan pengaturan, itu kalau seandainya debit air mengalami pengurangan, ” bebernya.
Sementara itu pemanfaatan air yang digunakan untuk hotel, wisata, pdam dan kerjasama komersil lainnya, para pengguna diwajibkan menjaga catchment di area hulu, melalukan penanaman, pemeliharaan serta menjaga keamanan pohon.
Menyikapi fenomena pemanfaatan air, Andrian berharap semua elemen masyarakat untuk sama-sama agar fungsi hutan tetap terjaga.
” Intinya apapun kegiatan yang dilakukan fungsi hutan harus tetap kita jaga bersama. “pungkasnya.(***)












