Sumbawa Besar,infoaktualnews.com- Dalam rangka mewujudkan Akuntabilitas sosial di Desa dan Upaya mendorong peningkatan Kapasitas Warga, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya manusia (Lakpesdam) PCNU Sumbawa menggelar Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan perempuan Inklusif, Sabtu (28/10/2023) bertempat di Aula Kantor Desa Muer Plampang Sumbawa
Ketua Lakpesdam PCNU Sumbawa Muhazi Ramadhan menjelaskan bahwa Kepemimpinan perempuan desa merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan pembangunan Desa berkelanjutan sekaligus mewujudkan Desa inklusif sekaligus Desa yang ramah perempuan dan peduli anak.
“melalui program P3PD mengadakan kegiatan Pelatihan kepemimpinan perempuan yang merupakan sebuah proses pembelajaran kepada masyarakat khususnya perempuan bahwa pentingnya mempunyai jiwa kepemimpinan. Sekolah kepemimpinan ini hadir bukan untuk menyaingi kaum laki-laki. Akan tetapi lebih dari itu supaya perempuan-perempuan bisa untuk melihat, merasakan dan memperbaiki diri apa yang kurang dan meningkatkan apa yang sudah baik untuk kehidupannya ke depan” katanya
Selain itu Para peserta didorong untuk melihat dan memperbaiki diri khusunya dalam ruang lingkup keluarga dan masyarakat umumnya. Selama ini di dalam kehidupan bermasyarakat sering kali menemukan kesenjangan dan kelemahan dalam bidang pekerjaan. Misalnya masalah pemilihan kepala desa yang mengharuskan masyarakat bahwa pemimpin itu harus dari laki-laki dan perempuan hanya berhak dirumah dengan pekerjaan yang seharusnya ia lakukan.
“Untuk itu Pelatihan kepemimpinan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepekaan masyarakat bahwa perempuan itu harus mempunyai jiwa kepemimpinan” tuturnya
Selanjutnya Kepala Desa Muer Asy Ariy menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan pelatihan kepemimpinan perempuan ini. Menurutnya kegiatan ini sangat berarti sebab akan menambah pemahaman masyarakat tentang betapa pentingnya arti dari kepemimpinan khususnya untuk perempuan di Desa
Gerakan Peningkatan Keterlibatan Perempuan Melalui Desa Ramah Perempuan dan Desa Peduli Anak. Gerakan ini menjadi salah satu upaya sinergi mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Desa.
Pengembangan sebuah Desa menjadi Desa Inklusif perlu sejalan dengan pengembangan Desa tersebut menjadi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Secara keseluruhan, diharapkan Desa Muer akan menjadi episentrum baru pembangunan yang mendorong meningkatnya kesejahteraan dan kesehatan, akses terhadap pendidikan yang berkualitas, menurunkan angka perkawinan anak, menumbuhkan pusat ekonomi yang berbasis kesetaraan gender dan inklusi sosial (Ian-Red)












