Sampah bukan masalah, kalimat tersebut pas disematkan untuk relawan gerakan indonesia bersih 2020 yang dilakukan Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIKP) cabang KPH Bandung Utara.
Ibu-ibu yang keseharian mengurus rumah tangga tersebut mendapat tugas baru yang mengasyikan, yaitu memilah sampai organik dan anorganik.
” Gerakan ini sederhana tapi memiliki dampak besar bagi kemanfaatan lingkungan,” kata Nia Nurlaila, Ketua IIKP Perhutani cabang KPH Bandung Utara, di Bandung, Jum’at (25/9/2020).
Setelah sampah dipilah lalu dikumpulkan Bank Sampah Wargi Manglayang Palasari Bandung yang berlokasi di Kelurahan Palasari, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.
Tak hanya visi lingkungan, gerakan Indonesia bersih yang dikelola IIKP menyulap sampah memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.
” Sampah jadi bernilai bisa dijual. Yang organik diolah jadi pupuk, nah yang anorganik dibuat kerajinan,” tuturnya.
Senada dengan Nia, IIKP perwakilan BKPH Padalarang Iin Indiarsih mengakui setelah ada pengelolaan sampah dengan sentuhan seni, sampah menjadi produk kerajinan yang bermanfaat.
” Bayangin pak, ada banyak sampah plastik bisa jadi kerajinan yang bagus,” imbuhnya.
Melalui tangan tangan kreatif petugas bank sampah, sampah anorganik menjadi beragam produk kerajinan. Seperti hiasan bunga , tempat bunga,wadah tisu, topi, kursi, kap lampu bahkan lukisan.
” itu lukisan dibuat dari sampah pasta gigi bahan bekas minuman plastik, ” tutur Iin.
Gerakan Indonesia bersih 2020 merupakan salah sagu rangkaian peringatan World Clean Up Day yang dilakukan diseluruh dunia.
Dijelaskan Nia Sebelum masa pandemi covid 19 Word Clean Up Day dilaksanakan secara bersamaan disatu tempat.
” Sekarang mau tidak mau karena masih pandemi, kegiatan dilaksanakan di unit unit kerja Perhutani. Tapi ini tidak mengurangi inti acara ,bagaimana sampah yang tadinya jadi masalah, kini bermanfaat malah punya nilai ekonomi,” pungkasnya. (sas)
Tags: #perhutanidivisiregionaljawabaratdanbanten#perhutanisuararimba#suararimba,KPHbandungutara














