Langkat, InfoaktualNews.Com- Gerakan budidaya ikan berkelanjutan berbasis teknologi bioflok terus berkembang di Indonesia. Salah satu tonggak penting tercatat hari ini, Minggu, 22 Juni 2025, dengan digelarnya Deklarasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Bioflok Indonesia Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung di pusat pelatihan dan budidaya Heriza Aquaculture, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.
Acara ini menjadi momentum bersejarah dalam mendorong kemajuan sektor perikanan rakyat yang ramah lingkungan, sekaligus menandai keseriusan Sumatera Utara dalam mendukung teknologi bioflok sebagai solusi peningkatan produktivitas perikanan di kabupaten Langkat.
Acara tersebut dihadiri Ketua Umum DPP Bioflok Indonesia, yang diwakili oleh Abdilah Ridho, Ketua DPW Bioflok Indonesia Prov. Sumatera Utara, Rifky Hansari Siregar , Bendahara DPW Bioflok Indonesia Prov. Sumatera Utara Heldi Heriza, SH , Pembina Indra Umardi Sihombing, Kehadiran perwakilan Sponsor : Ari Syarif Uncu Terpal, Blue Core, PT. Central Proteina Prima dan dihadiri puluhan pembudidaya ikan dari berbagai daerah, Kegiatan ini dibuka dengan pemotongan Pita meresmikan Heriza Aquaculture, pusat edukasi bagi pembudidaya ikan lokal. dan diakhiri dengan peninjauan langsung ke lokasi kolam bioflok yang telah berhasil panen dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP Bioflok Indonesia, yang diwakili oleh Abdilah Ridho. Dalam sambutannya, Abdilah menegaskan bahwa deklarasi DPW Bioflok Indonesia Sumatera Utara adalah langkah konkret dalam menyatukan visi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis perikanan.
“Bioflok bukan hanya sekadar teknologi, tapi sebuah gerakan nasional untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dari sektor budidaya ikan. Sumatera Utara punya potensi luar biasa, dan kami di DPP mendukung penuh segala inisiatif daerah untuk mengembangkan sistem ini secara massif dan terintegrasi,” ujar Abdila di hadapan para peserta deklarasi.
Ketua DPW Bioflok Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Rifky Hansari Siregar, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan bioflok sebagai gerakan bersama di seluruh kabupaten dan kota di wilayah ini.
“Deklarasi ini bukan akhir, melainkan awal dari gerakan besar. Kami akan membentuk jaringan pembudidaya, pelatihan terpadu, dan kolaborasi dengan pemerintah serta dunia usaha agar Sumatera Utara menjadi sentra bioflok nasional. Insya Allah, dari Langkat kita mulai, untuk Sumut dan Indonesia,” tegas Rifki dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua panitia sekaligus bendahara DPW Sumatera utara, Heldi Heriza, SH. Dalam sambutannya, Ia menegaskan bahwa sistem bioflok merupakan solusi masa depan dalam budidaya ikan air tawar, terutama lele dan nila, karena dapat menghemat penggunaan air, meningkatkan kepadatan tebar, serta menghasilkan panen yang lebih cepat dan higienis.
“Kabupaten Langkat memiliki potensi besar dalam sektor perikanan. Sistem bioflok hadir sebagai inovasi yang tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga lingkungan dan efisiensi biaya. Kami ingin petani ikan di Langkat berdaya saing dan berkelanjutan,” ujar Heldi.
“Kami optimistis, dengan semangat gotong royong dan inovasi, bioflok akan membawa dampak nyata bagi ekonomi masyarakat pesisir dan pedesaan di Langkat,” tutup Heldi.
Dengan dideklarasikannya DPW Bioflok Indonesia Sumatera Utara, diharapkan muncul semangat baru dalam mendorong inovasi dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan berkelanjutan. Dukungan penuh dari berbagai elemen baik dari pusat, daerah, maupun pelaku usaha dan petani ikan menjadi kunci utama kesuksesan gerakan ini.
Heriza Aquaculture sebagai tuan rumah pelaksanaan deklarasi tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi bioflok di Langkat, tetapi juga pusat inspirasi bagi petani-petani muda di seluruh Sumatera Utara.
Bioflok Indonesia, yang kini hadir lebih dekat di tengah masyarakat Langkat, siap menatap masa depan yang lebih produktif, hijau, dan sejahtera dari kolam-kolam bioflok rakyat, untuk Langkat yang berdaulat di bidang pangan.












