Sumbawa, infoaktualnews.com – Produksi sampah di Kabupaten Sumbawa masih didominasi sampah rumah tangga hingga 65 persen, dan sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) meningkat signifikan menjadi 332 meter kubik per hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa, Pipin Sakti Bitongo, mengatakan bahwa, Sampah per hari yang dihasilkan masyarakat mencapai 332 meter kubik yang masuk ke TPA. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Volume sampah hampir setiap tahun selalu bertambah yang masuk ke TPA, termasuk layanan pengangkutan sampah yang bertambah dua ritase, sehingga mengakibatkan usaha TPA terus menyusut,” ujarnya.
Berdasarkan data tahun 2024, total volume sampah yang masuk ke TPA sekitar 258 meter kubik per hari. Seiring bertambahnya pemukiman dan jumlah masyarakat, pada tahun 2025 volume tersebut meningkat menjadi 332 meter kubik per hari.
“Sampah yang paling dominan masuk ke TPA saat ini adalah sampah organik, yakni sampah rumah tangga, bahkan persentasenya mencapai 65 persen dibandingkan sampah jenis lainnya,” jelasnya.
Data ini menunjukkan minimnya pemilahan sampah yang dilakukan masyarakat, yang berdampak pada usia TPA. Oleh karena itu, pihaknya akan terus mendorong pemilahan sampah sebelum masuk ke TPA.
Lanjutnya, Ia katakan ketika tidak ada pengurangan dan pemilahan sampah yang dihasilkan masyarakat, diprediksi TPA di Raberas, Kelurahan Seketeng, hanya bertahan sekitar 800 hari atau 2,5 tahun.
“Produksi sampah setiap harinya meningkat signifikan setiap tahun, namun jumlah tersebut bisa bertambah sesuai kondisi lapangan, salah satunya saat terjadi bencana, sehingga volume sampah pasti meningkat,” terangnya.
Pipin Sakti Bitongo mengungkapkan bahwa penambahan jumlah sampah harian ini terjadi seiring bertambahnya jumlah masyarakat dan pemukiman, yang mengakibatkan umur TPA Raberas terus berkurang.
“Dari perhitungan luas landfill 1,2 hektare dengan ketinggian tumpukan sampah 6.000 meter kubik, diprediksi hanya mampu bertahan selama 800 hari. Rata-rata setiap hari 332 meter kubik sampah masuk ke TPA, sehingga pola pengurangan sampah diharapkan menjadi solusi untuk memperpanjang usia TPA,” tutupnya. (*)












