Sumbawa, infoaktualnews.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa berkomitmen menata ulang sejumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan taman yang sudah ada agar pemanfaatannya lebih maksimal bagi masyarakat.
Kepala DLH Kabupaten Sumbawa, Pipin Sakti Bitongo, S.T., M.Eng, menyampaikan bahwa, jumlah RTH di Sumbawa saat ini tergolong banyak, namun sebagian belum termanfaatkan dengan baik.
“Kami sudah merencanakan pada tahun 2025 untuk menyusun Detail Engineering Desain (DED) penataan RTH yang akan dilaksanakan pada tahun 2026,” ujarnya. Rabu (21/1).
Menurutnya, penataan tersebut akan mencakup Taman Kerato, Taman Genang Genis, eks Pasar Empang, dan Lapangan Empang, yang perencanaannya telah dibahas bersama Bupati Sumbawa.
“Ke depan, kami berharap penataan taman-taman ini bisa segera dilakukan dan diperbaiki, meskipun saat ini belum maksimal karena keterbatasan anggaran,” cetus Pipin.
Lebih lanjut, Pipin katakan, Taman Sabalong Samalewa juga akan mendapat penataan lanjutan mengingat posisinya sebagai pintu masuk utama Kota Sumbawa.
“Taman Sabalong Samalewa bukan taman baru, hanya kami tata ulang agar lebih representatif sebagai gerbang kota,” kata dia.
Sementara itu, Taman Kerato akan dikembangkan dengan rencana pembangunan gedung convention hall dan joging track.
“Gedung ini nantinya bisa menjadi ikon Kabupaten Sumbawa dan dimanfaatkan untuk acara resmi pemerintah daerah maupun kegiatan masyarakat seperti pernikahan,” jelasnya.
Untuk Taman Genang Genis, sambung Pipin, DLH menyiapkan konsep wisata kuliner guna mendukung keberadaan RSUD Sering di Kecamatan Unter Iwes.
“Kami ingin taman ini menjadi area yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama keluarga pasien, dengan dilengkapi fasilitas umum seperti mushola,” imbuhnya.
Di sisi lain, DLH juga menyoroti banyaknya lapak kosong di beberapa taman kota seperti Taman Mangga. Menurut Pipin, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskukmindag) serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk mengatasi hal tersebut.
“Kami akan menyatukan persepsi agar tidak ada miskomunikasi. Bila ada masyarakat yang berminat menempati lapak kosong untuk berwirausaha, tentu akan kami fasilitasi,” tambahnya.
Selain fokus pada RTH, DLH juga menghadapi tantangan berkurangnya tenaga kebersihan setelah 53 petugas di bawah UPTD Persampahan selesai masa kontraknya. “Sebelumnya kami memiliki lebih dari 100 petugas. Kini, setelah kontrak 53 orang berakhir, kami bentuk tim siaga agar pelayanan tetap berjalan,” bebernya.
DLH terus mengoptimalkan tenaga yang masih aktif agar pelayanan kebersihan tidak terganggu. “Kami maksimalkan pembagian tugas dan penjadwalan kerja supaya sampah tetap terangkut dan kebersihan kota terjaga,” harapannya.
Terkait penambahan tenaga kebersihan, Pipin menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa untuk membuka peluang pemanggilan kembali sebagian mantan petugas. “Tentunya dengan mempertimbangkan batas usia dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
Sebagai penutup, Pipin menegaskan bahwa DLH ke depan tidak akan menambah taman baru, melainkan memfokuskan penataan dan optimalisasi taman yang telah ada. “Yang penting perencanaannya sudah siap. Begitu anggarannya tersedia, kami akan segera mengeksekusi,” pungkasnya. (*)












