Realisasi PAD 2025 Lampaui Target, Kaban Anto: Optimis Capai Target tahun 2026

SUMBAWA, Infoaktualnews.com – Kinerja pendapatan pajak daerah Kabupaten Sumbawa tahun 2025 menunjukkan hasil positif. Berdasarkan keterangan resmi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa, realisasi pajak daerah tahun 2025 mencapai 101,22 persen dari target yang telah ditetapkan, atau melampaui target sekitar 1,22 persen.

Kepala Bapenda Kabupaten Sumbawa, Hardianto, S.T., M.M., saat ditemui di kantornya pada Senin (9/2/2026), menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan peningkatan dalam kinerja pengelolaan pajak daerah. “Untuk tahun 2025, capaian pajak daerah kita mencapai 101,22 persen. Artinya, realisasi melampaui target sebesar 1,22 persen karena target yang ditetapkan sebesar Rp82 miliar, sedangkan capaian kita Rp83 miliar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hardianto memaparkan bahwa untuk tahun 2026, target pajak daerah ditetapkan sebesar Rp92 miliar, sementara target dalam RPJMD berada di angka Rp94 miliar.

“Sehingga nanti di APBD Perubahan kita akan tambah agar target yang sudah ditetapkan di RPJMD bisa terpenuhi,” katanya.

Dari sisi jenis pajak, sebagian besar realisasi pajak daerah tahun 2025 telah tercapai. Namun, terdapat beberapa yang belum maksimal seperti Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau galian C. Sementara itu, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) mencatat realisasi tertinggi dengan capaian sekitar Rp36 miliar dari target Rp31 miliar, atau 116,13 persen.

Hardianto menjelaskan, peningkatan PBJT disumbang oleh sektor perhotelan dan listrik. “Yang mendongkrak PBJT itu antara lain dari sektor perhotelan. Sebagai contoh, Hotel Amanwana per bulan menyetor hampir Rp1 miliar, termasuk dari listrik PLN yang mencapai Rp2,2 miliar pada Januari 2026. Artinya, setiap bulan ada peningkatan,” ungkapnya.

Adapun Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hanya mencapai sekitar 94 persen dari target, sedangkan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) justru melampaui target hingga 110 persen.

Hardianto menyebutkan, secara keseluruhan terdapat dua jenis pajak yang tidak memenuhi target pada 2025. Salah satunya adalah PBB-P2, yang hanya mencapai sekitar 75 persen. Ia menjelaskan bahwa kendala utama disebabkan oleh ketidaksesuaian data objek pajak. “Banyak SPPT yang dikeluarkan tapi objeknya tidak ada, ada juga rumah yang sudah berdiri tapi belum memiliki SPPT. Kondisi ini akan kita benahi agar ke depan bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, secara umum Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumbawa tahun 2025 ditargetkan sekitar Rp240 miliar, dengan realisasi mencapai sekitar Rp221 miliar. “Jadi, persentase realisasi PAD Kabupaten Sumbawa tahun 2025 adalah sekitar 92,26 persen,” terang Hardianto.

Menutup keterangannya, Hardianto menegaskan komitmen Bapenda untuk terus memperkuat kinerja pendapatan daerah. “Meskipun secara umum realisasi PAD kita sudah cukup baik, ke depan kami akan maksimalkan lagi, terutama dalam penataan data dan peningkatan kesadaran wajib pajak,” pungkasnya. (IA)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)