Maksimalkan ZIS, BAZNAS Sumbawa Lakukan Sinergi Lintas OPD

Sumbawa, infoaktualnews.com –  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumbawa terus melakukan berbagai ikhtiar strategis dalam rangka memaksimalkan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).

Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah dengan menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa, yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Meeting Room Baznas Kabupaten Sumbawa.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menggali potensi zakat sektoral sekaligus menyusun strategi pengumpulan ZIS yang lebih optimal dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Bagian Unit Barang dan Jasa (UBJ), Dinas Sosial, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumbawa, serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP).

Ketua Baznas Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ah., M.M.Inov, dalam sambutannya menyampaikan bahwa,  Sumbawa memiliki potensi zakat yang sangat besar, terutama dari sektor-sektor unggulan daerah. Namun demikian, potensi tersebut perlu dikelola secara terencana, terintegrasi, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Baznas Kabupaten Sumbawa tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh OPD terkait agar potensi zakat yang ada di masing-masing sektor dapat dioptimalkan. Zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategis dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dea Guru Syukri akrab disapa.

Ia menegaskan bahwa Baznas berkomitmen untuk memastikan zakat yang dihimpun dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi para mustahik. Oleh karena itu, sinkronisasi data kemiskinan menjadi salah satu fokus utama dalam rapat koordinasi lintas OPD tersebut.

Dalam pembahasan bersama Dinas Pertanian, Baznas Kabupaten Sumbawa menyoroti potensi zakat pertanian yang cukup besar, mengingat Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu daerah sentra produksi pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Zakat dari hasil pertanian seperti padi, jagung, dan komoditas lainnya dinilai masih belum tergarap secara optimal. bebernya.

Melalui kerja sama ini, ungkap Dea Guru Syukri, Baznas dan Dinas Pertanian sepakat untuk meningkatkan sosialisasi zakat pertanian serta menyusun strategi pengumpulan yang sesuai dengan ketentuan syariah.

Sementara itu, koordinasi dengan Dinas Peternakan difokuskan pada optimalisasi zakat ternak. Kabupaten Sumbawa memiliki populasi ternak yang cukup besar, khususnya sapi dan kambing, sehingga zakat ternak dinilai memiliki potensi signifikan apabila didukung dengan pendataan peternak yang akurat serta pemahaman yang baik terkait nishab dan ketentuan zakat ternak. ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Kabupaten Sumbawa Bidang Pengumpulan, Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si, menjelaskan bahwa, rapat koordinasi ini merupakan langkah awal dalam membangun basis data muzaki sektoral serta memperkuat sistem pengumpulan zakat yang lebih efektif. ucapnya.

“Kami melihat potensi zakat sektoral di Kabupaten Sumbawa sangat menjanjikan, mulai dari zakat pertanian, zakat ternak, zakat perikanan, hingga zakat penghasilan dan jasa dari sektor barang dan jasa. Semua ini perlu dikelola dengan pendekatan berbasis data, regulasi, dan prinsip syariah,” sambung Doktor Ikhsan akrab disapa.

Lanjutnya, Doktor Ikhsan katakan, pada sektor barang dan jasa, Baznas Kabupaten Sumbawa melakukan koordinasi dengan Bagian Unit Barang dan Jasa (UBJ) terkait potensi zakat dari kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Selain itu, Baznas juga mendorong optimalisasi zakat penghasilan dan zakat jasa dari para penyedia barang dan jasa yang menjadi mitra Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa. jelasnya.

Baznas juga, sambung Doktor Ikhsan, menggali potensi zakat di bidang perikanan dan kelautan melalui koordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan. Sebagai daerah pesisir dengan aktivitas perikanan yang cukup tinggi, sektor ini dinilai memiliki potensi zakat yang besar dan perlu dikelola melalui mekanisme pengumpulan yang tepat dan berkelanjutan.

Selain aspek pengumpulan, rapat koordinasi ini juga menekankan pentingnya sinkronisasi data kemiskinan sebagai dasar penetapan sasaran mustahik. Baznas bersama Dinas Sosial, Bappeda Kabupaten Sumbawa, serta Dinas PRKP membahas integrasi data penerima bantuan, baik bantuan langsung tunai, program rumah layak huni, maupun bantuan modal usaha mustahik. Sinkronisasi ini bertujuan untuk menghindari tumpang tindih bantuan serta meningkatkan efektivitas pendayagunaan zakat. terangnya.

Ke depan, Baznas Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbub) terkait pengelolaan zakat. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah anjuran bagi para pemenang tender dan rekanan Pemerintah Daerah Sumbawa untuk menunaikan zakat penghasilan atau zakat jasa perusahaan melalui Baznas, cetusnya.

Dengan adanya sinergi lintas OPD ini, Baznas Kabupaten Sumbawa optimistis pengumpulan ZIS akan terus meningkat. Peningkatan tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada besaran dana yang terhimpun, tetapi juga pada kualitas pendayagunaan zakat yang lebih produktif, berkelanjutan, dan mampu mendorong kemandirian mustahik serta mendukung pembangunan sosial ekonomi di Kabupaten Sumbawa. tandasnya.(*)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)