Sumbawa, infoaktualnews.com – Komitmen mencetak lulusan siap kerja kembali ditegaskan SMKN 1 Sumbawa Besar melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang resmi dimulai pada Senin, 20 April 2026. Kegiatan ini akan berlangsung selama lima hari ke depan dan menjadi momentum penting bagi ratusan siswa untuk membuktikan kemampuan mereka sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.

Sebanyak 389 siswa-siswi dari berbagai jurusan mengikuti UKK tahun ini. Mereka tidak hanya diuji secara teori, tetapi juga secara praktik dengan standar industri yang ketat, menjadikan UKK sebagai tolok ukur sejauh mana kesiapan mereka menghadapi tantangan nyata di lapangan.

Kepala SMKN 1 Sumbawa Besar, Jayadi, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pelaksanaan UKK tahun ini dibagi dalam dua kategori, yakni UKK dengan skema Badan Nasional Standar Sertifikasi Profesi (BNSP) serta UKK mandiri yang melibatkan asesor langsung dari dunia industri. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kualitas lulusan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Untuk UKK dengan BNSP, asesor berasal dari lembaga sertifikasi profesi yang berada di bawah naungan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yang diwakili oleh LSP SMK di Nusa Tenggara Barat. Sementara untuk UKK mandiri, kami melibatkan langsung pihak industri agar siswa mendapatkan pengalaman uji kompetensi yang realistis,” beber Jayadi akrab disapa Kepsek SMKN 1 Sumbawa Besar, kepada Media ini, Senin (20/4).

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran penguji dari SMKN 1 Praya menjadi bagian dari sinergi antar lembaga pendidikan vokasi dalam menjaga mutu dan kredibilitas pelaksanaan UKK.
Pelaksanaan UKK ini, sambung Jayadi, tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga bagian dari strategi besar SMKN 1 Sumbawa Besar dalam mencetak lulusan yang siap bersaing. Dengan pendekatan berbasis kompetensi dan keterlibatan dunia industri, sekolah berharap para siswa tidak hanya lulus secara administratif, tetapi juga memiliki keterampilan nyata yang dapat langsung digunakan.

“Harapan kami, setelah mengikuti UKK ini, para siswa bisa langsung terserap di dunia industri sesuai dengan kompetensinya. Selain itu, mereka juga memiliki bekal untuk berwirausaha secara mandiri maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” lanjutnya.

Lebih jauh, Jayadi menekankan bahwa keberhasilan lulusan SMK dalam memasuki dunia kerja akan memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka pengangguran, khususnya di wilayah Sumbawa.

“Kami optimistis, lulusan SMKN 1 Sumbawa Besar memiliki peluang besar untuk terserap di dunia kerja maupun menciptakan lapangan kerja sendiri. Ini adalah kontribusi nyata pendidikan vokasi dalam mendukung pembangunan daerah,” tegasnya.

Kemudian 7 jurusan yang mengikuti kompetensi UKK yakni Perhotelan, Kuliner atau Tata Boga, Tata Kecantikan, Usaha Layanan Wisata, Tata Busana, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Ragam jurusan ini mencerminkan kesiapan sekolah dalam menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang, mulai dari sektor pariwisata hingga teknologi digital.

Dengan semangat dan kerja keras yang ditunjukkan para siswa, pelaksanaan UKK ini bukan sekadar ujian akhir, melainkan gerbang menuju masa depan. Harapan besar pun tertuju pada generasi muda ini, agar mampu menjadi tenaga profesional, inovator, sekaligus penggerak ekonomi daerah.
SMKN 1 Sumbawa Besar pun kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lembaga pendidikan vokasi yang konsisten melahirkan lulusan berkualitas, siap kerja, dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika dunia industri yang terus berubah. (*)












