SUMBAWA, INFOAKTUALNEWS.COM – Pembangunan ruas jalan Batudulang–Tepal di Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, yang masuk dalam program Proyek Strategis Nasional (PSN), terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga pertengahan Oktober 2026, progres fisik proyek infrastruktur tersebut dilaporkan telah mencapai sekitar 90 persen dengan dukungan anggaran pembangunan sekitar Rp83 miliar.
Capaian tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah selatan Kabupaten Sumbawa yang selama ini mengharapkan peningkatan kualitas akses transportasi untuk menunjang mobilitas, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa pun optimistis pekerjaan pembangunan jalan tersebut dapat diselesaikan lebih cepat dari batas akhir masa kontrak yang dijadwalkan pada November 2026.

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, S.T., M.T., menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, progres pekerjaan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
“Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat dituntaskan sebelum masa kontrak berakhir pada November mendatang,” ungkap Lalu Suharmaji, Selasa (13/10/2026).

Anggaran Rp83 Miliar, Tangani Ruas Sepanjang 8,1 Kilometer
Lalu Suharmaji menjelaskan, pembangunan ruas jalan Batudulang–Tepal mendapatkan dukungan anggaran melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) untuk tahun anggaran jamak 2025–2026. Nilai anggaran yang dialokasikan untuk penanganan ruas jalan tersebut mencapai sekitar Rp83 miliar.
Pelaksanaan proyek dipercayakan kepada kontraktor PT Metro Lestari Utama dengan lingkup penanganan sepanjang 8,1 kilometer.
Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Batulanteh, sekaligus memperkuat konektivitas antar kawasan yang selama ini menghadapi tantangan geografis dan kondisi medan yang cukup berat.
Berdasarkan kontrak, pekerjaan dimulai pada Oktober 2025 dan dijadwalkan berakhir pada 23 November 2026. Penanganan jalan dimulai dari sambungan ruas yang telah dikerjakan pada periode 2022–2024, yakni dari sekitar kilometer 0+700 hingga kawasan Tanjakan Punik.
Menurut Lalu Suharmaji, pelaksanaan proyek hingga saat ini masih berada pada jalur yang sesuai dengan rencana. Dukungan peralatan, tenaga kerja, dan material konstruksi yang tersedia di lokasi turut membantu mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Meski demikian, pelaksanaan proyek tidak sepenuhnya lepas dari tantangan. Intensitas curah hujan yang tinggi di kawasan Batulanteh menjadi salah satu kendala yang harus diantisipasi oleh pelaksana pekerjaan, terutama dalam menjaga kelancaran tahapan konstruksi dan pengaspalan.
Kendati menghadapi kondisi cuaca yang tidak selalu mendukung, seluruh pihak terus berupaya agar target penyelesaian proyek tetap tercapai sesuai jadwal.
Sejumlah Segmen Rampung, Pekerjaan Finishing Terus Digenjot
Berdasarkan hasil monitoring dan informasi yang dihimpun pemerintah daerah, sejumlah bagian pekerjaan telah menunjukkan kemajuan yang menggembirakan.
Lalu Suharmaji mengungkapkan, pekerjaan pada segmen Batudulang–Tepal hingga kilometer 5, tepatnya kawasan Brang Tereng, yang mencakup segmen 1 dan 2, telah dinyatakan selesai.
Sementara itu, pekerjaan pada bagian trase lainnya masih memasuki tahap penyelesaian, termasuk penghamparan aspal dan penyempurnaan sejumlah bagian konstruksi.
Adapun pada dua unit jembatan yang dibangun dalam paket pekerjaan tersebut, proses konstruksi sebelumnya harus menunggu sekitar satu bulan untuk pengeringan beton sebelum dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya.
Saat ini, pekerjaan pada bagian jembatan telah berlanjut pada pemasangan railing atau pagar pengaman, guardrail atau pembatas keselamatan jalan, serta perlengkapan lalu lintas lainnya. Pembenahan sistem drainase juga terus dilakukan untuk menunjang fungsi jalan dan membantu mengendalikan aliran air, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Tahapan penyelesaian ini menjadi bagian penting untuk memastikan jalan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga dapat digunakan dengan aman dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Dengan progres yang telah mencapai sekitar 90 persen, sisa pekerjaan kini menjadi perhatian utama agar seluruh komponen konstruksi dapat diselesaikan sesuai standar teknis dan ketentuan kontrak.
Optimistis Rampung Sebelum Kontrak Berakhir
Melihat perkembangan pekerjaan yang menunjukkan deviasi positif atau capaian di atas rencana, kontraktor pelaksana terus menggenjot penyelesaian seluruh tahapan konstruksi.
Pemerintah daerah berharap upaya percepatan tersebut dapat membawa proyek ini mencapai tahap penyelesaian paling lambat pada awal November 2026, lebih cepat dibandingkan batas akhir kontrak pada 23 November 2026.
“Dengan melihat hasil pekerjaan yang mengalami deviasi positif dan seluruh sisa pekerjaan terus digenjot, kontraktor pelaksana mengusahakan penyelesaian seluruh pekerjaan paling lambat awal November mendatang,” jelasnya.
Penyelesaian proyek ini diharapkan menjadi momentum penting dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat menuju kawasan selatan Kabupaten Sumbawa. Jalan yang lebih baik akan mempermudah mobilitas warga, memperlancar distribusi barang dan hasil produksi masyarakat, serta mendukung kegiatan sosial dan pelayanan publik.
Selain itu, peningkatan kualitas infrastruktur jalan juga diharapkan mampu memperkuat hubungan ekonomi antara wilayah Batulanteh dan kawasan lain di Kabupaten Sumbawa.
Bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada akses jalan tersebut, penyelesaian pembangunan Batudulang–Tepal bukan sekadar capaian proyek infrastruktur, melainkan harapan terhadap perjalanan yang lebih aman, waktu tempuh yang lebih efisien, dan terbukanya peluang ekonomi yang lebih luas.
Dengan sisa pekerjaan yang terus dikebut, masyarakat kini menantikan realisasi penyelesaian proyek tersebut. Pemerintah daerah dan kontraktor pelaksana diharapkan tetap menjaga kualitas konstruksi, keselamatan kerja, serta kelengkapan fasilitas pendukung agar jalan Batudulang–Tepal dapat segera dimanfaatkan secara optimal.
Pembangunan jalan ini diharapkan menjadi salah satu pengungkit pemerataan pembangunan di Kabupaten Sumbawa, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan Batulanteh dan sekitarnya. (IA)











