InfoaktualNews.com || BANDUNG BARAT, 15 Oktober 2026 — Ketua Pokja Wartawan KBB menegaskan Kabupaten Bandung Barat kini berada di titik kritis setelah Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercatat anjlok tajam dalam beberapa bulan terakhir.
Penurunan tersebut memaksa Pemerintah Kabupaten memangkas berbagai kegiatan dinas secara mendadak, tanpa penjelasan terbuka yang memadai kepada masyarakat. Sejumlah program layanan dasar yang telah dijanjikan kepada warga terpaksa dikurangi skalanya, bahkan dihentikan. Mulai dari perawatan fasilitas umum, program bantuan sosial, hingga pengawasan pengelolaan keuangan daerah yang justru semakin dibutuhkan, ikut terdampak.
Pokja Wartawan KBB mempertanyakan keseriusan pihak eksekutif dalam mengelola sumber pendapatan daerah. Hingga kini, belum tersedia laporan terbuka secara rinci mengenai penyebab anjloknya PAD, langkah pemulihan yang disiapkan, maupun alasan pemangkasan yang berdampak terhadap pelayanan masyarakat. Target pendapatan yang ditetapkan pada awal tahun pun dinilai tampak jauh dari kondisi di lapangan.
Ketua Pokja juga menilai perselisihan kewenangan antara eksekutif dan legislatif selama ini justru memperburuk keadaan. Saat kedua lembaga masih terlibat tarik-ulur kepentingan, pengendalian pengelolaan keuangan daerah berpotensi terabaikan. Akibatnya, beban dari merosotnya pendapatan dan terganggunya pelayanan publik kembali dirasakan masyarakat Kabupaten Bandung Barat.
Pokja Wartawan KBB mendesak Pemerintah Kabupaten dan DPRD segera mempublikasikan data keuangan terbaru, mengevaluasi target PAD yang dinilai tidak realistis, menyusun rencana pemulihan yang terukur, serta menghentikan pemangkasan yang merugikan kepentingan publik.
Jika tidak ada tindakan nyata, krisis anggaran ini dikhawatirkan semakin dalam dan sulit dipulihkan hingga tahun mendatang.
Narasumber/Pewarta: M. Raup – Ketua Pokja Wartawan KBB / Tim Redaksi Pokja Wartawan KBB
Editor: Liesna Egha











