Kapolresta Mataram Didampingi Kasat Reskrim dan sejumlah Pejabat Utama Polresta Mataram Ajak Pelajar SMKN 5 Berani Bicara, Lawan Kekerasan dan Bullying ‎

‎
‎
‎
‎
‎InfoaktualNews.com ||  Mataram, NTB  – Membangun lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan membutuhkan keberanian untuk berbicara serta kepedulian terhadap sesama. Pesan inilah yang disampaikan Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, SIK., MH., saat bersilaturahmi sekaligus menyosialisasikan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kepada guru dan siswa SMKN 5 Mataram, Jumat (16/10/2026).
‎
‎Didampingi Kasat Reskrim dan sejumlah Pejabat Utama Polresta Mataram, Kapolresta mengajak para pelajar menanamkan sikap saling menghormati serta berani menyuarakan kebenaran melalui semangat “Rise and Speak” atau berani berbicara dan bangkit melawan kekerasan.
‎
‎Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta menekankan pentingnya keberanian melaporkan setiap tindakan kekerasan maupun pelecehan, baik yang dialami sendiri maupun yang diketahui terjadi di lingkungan sekitar.
‎
‎Ia mengimbau para pelajar agar tidak takut berbicara dan segera meminta bantuan kepada orang tua, guru, atau pihak kepolisian apabila menjadi korban kekerasan dan pelecehan.
‎
‎Menurutnya, sikap diam terhadap tindakan kekerasan dapat membuat korban semakin sulit mendapatkan perlindungan. Karena itu, keberanian untuk melapor menjadi langkah penting agar korban memperoleh bantuan dan penanganan yang tepat.
‎
‎Selain membahas perlindungan perempuan dan anak, Kapolresta juga menyoroti perilaku perundungan atau bullying yang masih berpotensi terjadi di lingkungan pendidikan.
‎
‎Ia mengingatkan bahwa perundungan bukan sekadar candaan antarteman. Perilaku tersebut dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi psikologis korban, mengganggu proses belajar, bahkan memengaruhi kepercayaan diri anak.
‎
‎Kapolresta pun mengajak seluruh siswa untuk menghindari tindakan perundungan, menghargai perbedaan, serta membangun pergaulan yang sehat dengan mengedepankan empati dan rasa saling menghormati.
‎
‎Dalam keterangannya kepada media, Kombes Pol. Hendro Purwoko mengatakan kehadiran Polri di lingkungan pendidikan merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang baik dengan guru dan siswa sekaligus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pelajar.
‎
‎“Selain untuk menjalin silaturahmi dengan dunia pendidikan, kehadiran Polri ini diharapkan dapat memberikan dukungan dan motivasi bagi pelajar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan serta menjadi lebih berani berbicara jika menjadi korban,” jelasnya.
‎
‎Ia berharap para pelajar tidak ragu mencari pertolongan ketika menghadapi persoalan yang mengancam keselamatan maupun kenyamanan mereka. Dukungan dari lingkungan keluarga, sekolah, dan kepolisian dinilai penting agar setiap kasus kekerasan dapat ditangani secara tepat.
‎
‎Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen Polresta Mataram untuk mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, termasuk generasi muda di lingkungan pendidikan.
‎
‎Melalui sosialisasi ini, para pelajar diharapkan semakin memahami pentingnya perlindungan perempuan dan anak, berani melaporkan tindakan kekerasan, serta berperan aktif menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
‎
‎Berani bicara, berani melapor, dan saling menghormati menjadi langkah penting untuk melindungi diri sendiri maupun sesama.
‎
‎Laporan : Riyan
‎

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)