Miliki Harta Milyaran Paslon JM, Ini Tanggapan Politisi Gerindra

954

Sumbawa, IAN –

Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang, Lembaga Anti rasua (KPK) telah mengumumkan seluruh harta kekayaan para calon kepala daerah di Indonesia. Pengumuman tersebut dilakukan KPK melalui situs resminya berdasarkan laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para calon kepala daerah.

Adapun jumlah harta kekayaan yang dimiliki para calon kepala daerah yang akan bertarung di 7 kabupaten/kota di provinsi NTB. Khususnya, kabupaten Sumbawa para calon kepala daerah yang memiliki harta kekayaan terbilang cukup fantastis. mereka memiliki harta kekayaan puluhan milyar. Meski demikian, ada beberapa kandidat yang memiliki harta kekayaannya tak begitu banyak.

Untuk diketahui, mereka yang memiliki harta kekayaan milyaran rupiah calon kepala daerah ini antara lain yakni pasangan calon H. Syarafuddin Jarot – H. Mohklis ( Rp. 28.455.900.000-Rp. 7.950.500.000), disusul paslon Nurdin Ranggabarani-Burhanuddin Jafar Salam (Rp. 12.784.976.524-Rp. 9.293.426.707), paslon HM. Husni Djibril-HM. Ikhsan (Rp. 10.831.453.302-Rp. 9.669.329.331), paslon H. Mahmud Abdullah – Dewy Noviany (Rp. 1.761.279.753-Rp. 1.852.935.970), paslon Talifuddin-Sudirman (Rp. 982.000.000-Rp. 11.943.288.313).

Menyikapi hal tersebut, politisi Gerindra Faisal mengatakan bahwa dengan ditetapkan menjadi paslon oleh KPU, (24/9), KPK telah mengumumkan ke publik melalui situs resminya. Khususnya calon kepala daerah di kab. Sumbawa, mereka memiliki harta kekayaan milyaran cukup fantastis. terutama paslon yang didukung Dan diusung partai gerindra yakni Jarot-Mokhlis yang memiliki cukup banyak diantara paslon lainnya. itu artinya mereka sudah selesai dengan dirinya sendiri. ujar ketua Fraksi Gerindra Faisal kepada awak media, selasa (27/9).

Lanjutnya, dari LHKPN pak Jarot-Mokhlis memiliki harta kekayaan terbilang fantastis Dan tertinggi, artinya paslon ini sudah selesai dengan dirinya sendiri artinya jikalau ada takdir dari Allah swt memenangkan pilkada Sumbawa nanti jadi bupati, maka kecil kemungkinan untuk melakukan korupsi.

Menurut Faisal, dengan harta yang dimiliki saat ini, bagaimana sesungguhnya harta itu. Sebab dengan mereka ikut dalam pesta demokrasi saat ini untuk merebut hati masyarakat Sumbawa semata-mata ingin mengabdi untuk tanah samawa. Sehingga dengan melihat kondisi saat ini, bagaimana bisa Maju tentu dalam rangka mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat tanah intan bulaeng. ungkap politisi gerindra.

Kata Faisal, pak Jarot sudah teruji dengan pengalamannya karena sudah memimpin perusahaan asing (Tambang Mas terbesar kedua setelah Freeport). Tentu disana memiliki management sangat professional dalam pengelolaan penggunaan anggaran. Apalagi dengan cara pengelolaan birokrasi yang baik ini tentu ada di Jarot-Mokhlis. Sebab di perusahan yang begitu ketat saja sudah mampu, apalagi dengan mengelola birokrasi ini. Dengan background yang dimiliki Jarot dari entrepreneur di perusahaan, tentu inilah kepemimpinan kedepannya.

“Kalau ada takdir nantinya, maka gaya taktis dengan cara bekerja dalam pengelolaan birokrasi pemerintah, tentu dengan cara terukur, artinya memiliki target dalam setiap birokrasi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, jikalau bawahnya tidak bisa mengikuti gaya kerja bosnya otomatis ditinggal karena Jarot-Mokhlis itu orang Bekerja,” tegas Faisal.

Kendati demikian, kami sebagai pendukung dan pengusung Jarot-Mokhlis, Tentu dengan keadaan ekonomi karena pandemi Covid-19, Apalagi resensi keadaan keuangan negara saat ini. Maka konsepnya kedepannya bisa menciptakan lapangan pekerjaan dengan daerah kawasan industrialisasi. tentunya dengan melihat potensi-potensi yang ada di daerah seperti di bidang pertanian, perikanan dan lain sebagainnya, itulah yang akan dijadikan sebagai potensi industrialisasi kedepannya. papar Faisal ketua Fraksi Gerindra.

“Yang tidak kalah penting, jaringan yang ada di Pak Jarot, ia sudah memiliki jaringan yang jelas di pusat untuk berinvestasi bangun pabrik-pabrik sebagai kawasan industri untuk bangun Sumbawa Maju,” Pungkasnya. (IA-Dy)