GEMA Mathla’ul Anwar Apresiasi Sikap Presiden Jokowi Terkait Kasus Karikatur Nabi Muhammad

37

JAKARTA – DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar mengapresiasi pernyataan tegas Presiden Jokowi yang mengecam keras sikap Presiden Prancis Emanuel Macron atas sikapnya yg dinilai mendiskreditkan Islam dengan pernyataan yg terus mendukung dan membiarkan penerbitan Karikatur Nabi Muhammad SAW di Prancis, karena hal tersebut telah melukai perasaan jutaan umat Muslim di dunia dan dapat memecah persatuan umat beragama, dimana dunia saat ini seharusnya bersatu dalam menghadapi pandemi virus corona (Covid-19)

Ahmad Nawawi selaku Ketua Umum Gema MA (Generasi Muda Mathla’ul Anwar) saat dihubungi tim media via WhatsApp pada Minggu pagi (01-11-2020) menjelaskan

“Kami mengapresiasi ketegasan Presiden Jokowi yang mengecam pernyataan Presiden Prancis Emanuel Macron atas sikapnya yg dinilai mendiskreditkan Islam dengan pernyataannya yg terus mendukung dan membiarkan penerbitan Karikatur Nabi Muhammad SAW, jelas hal tersebut sangat menyinggung perasaan 2 milyar Umat Islam diseluruh dunia”, ujar Nawawi.

Pihaknya juga mengatakan bahwa Kebebasan berekspresi yg dijamin oleh konstitusi negara Prancis, Liberté – kebebasan, Fraternité – persaudaraan, Egalite – persamaan seharusnya tidak boleh menabrak atau masuk ke ranah yg sensitive dan sakral bagi penganut suatu Agama, tak terkecuali Islam.

Jika konstitusi negara Prancis, Liberté – kebebasan, Fraternité – persaudaraan, Egalite – persamaan, memberikan Kebebasan rakyat nya untuk berekspresi, tidak kemudian membolehkan untuk menabrak atau masuk ke ranah keimanan yg sensitive dan sakral bagi penganut suatu Agama, tak terkecuali Islam, dan penggambaran Rasulullah Nabi Besar Muhammad SAW meski sebatas Karikatur Jelas mencederai keyakinan 2 Milyar Umat Islam sedunia, termasuk di Indonesia sebagai negara berpenduduk Mayoritas Islam terbesar di dunia, tegas Nawawi.

Selain mengecam sikap Presiden Macron, Ahmad Nawawi juga mengecam pelaku pembunuhan seorang guru oleh murid nya yg terkait penerbitan kartun Nabi Muhammad, juga pelaku pembunuhan 3 jemaat gereja yg salah satu korban nya adalah perempuan berusia 60 tahun.

“Kami juga mengecam keras pelaku aksi pembunuhan terhadap terhadap seorang guru dan 3 jemaat gereja, yg salah satu korban nya adalah perempuan berusia 60 tahun. Jelas tindakan brutal yg mencederai kemanusiaan, karena pembunuhan atas dalih apapun tidak dapat dibenarkan oleh hukum dan ajaran agama”, ungkap Nawawi.

Serangkaian peristiwa kekerasan di Prancis dan kecaman dunia terhadap Presiden Macron semoga menjadi pelajaran penting bagi kita semua, bahwa kebebasan berekspresi tetap terbatasi oleh norma dan etika, dan semaksimal mungkin jangan masuk ke ranah yg dianggap sakral dan suci oleh keyakinan Agama orang lain, pungkas Nawawi. (Megy Aidillova)