Menkumham Yassona Laoly,Berharap  Lapas Narkotika Jakarta Meraih Predikat WBK

6

Jakarta – Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Jakarta.

Dengan fasilitas yang sudah sangat lengkap dan mendukung, ia pun berharap tempat tersebut meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Kalapas Narkotika Klas IIA Jakarta, Oga Darmawan mengatakan, pihaknya sangat bersyukur dan terhormat atas kunjungan yang dilakukan.

Bahkan, Menkumham Yassona sempat berkeliling dan melihat kondisi lapas yang ada.

“Tadi bapak menteri juga mengaku akan mendukung lapas kami untuk meraih WBK,” katanya,pada hari Kamis (5/11/2020).

Dikatakan Oga, dari dukungan yang diberikan itu, pihaknya akan terus berupaya maksimal memberikan yang terbaik di lapas.

Berbagai pelayanan hingga Sumber Daya Manusia (SDM) pun akan terus ditingkatkan.

“Ini menjadi motivasi kami untuk menjadi lebih baik, agar predikat tersebut bisa kamu raih,” ujarnya.

Oga menambahkan, demi mewujudkan WBK dan WBBM dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB), pihaknya menyiapkan enam perubahan.

“Dengan perubahan yang dilakukan, kami ingin mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakan Oga, implementasi dari enam area perubahan yaitu Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, dan Penataan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).

Selanjutnya adalah Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.

“Semua hal itulah yang kami sampaikan kepada pihak KemenPAN RB selaku Tim Penilai Nasional (TPN),” ujarnya.

Selain memaparkan implementasi dari enam area perubahan, Oga juga menjelaskan tentang inovasi dalam hal peningkatan kualitas pelayanan publik. Bahkan, dalam sesi diskusi tentang permasalahan over crowded pada Lapas, pihaknya menjelaskan upaya yang harus dilakukan.

“Kami juga terus memberikan pengawasan kepada pegawai dan pelayanan pada masa pandemi Covid-19,” terangnya.

Bahkan, sambung Oga, saat ini Melalui dukungan alokasi anggaran yang ada pada Lapas, Pihaknya telah bekerjasama dengan BNN untuk pelaksanaan Program Rehabilitasi dan Pihak ketiga yg berkompeten dalam pengembangan pelatihan keterampilan bagi wargabinaan.

Dimana saat ini terdapat ratusan warga binaan telah menjalani program rehabilitasi hingga pelatihan untuk bekal mereka bebas nanti.

“Dengan sembuhnya mereka, pastinya membuat mereka siap utk kembali ke kehidupan yang nyata, “tukasnya.**

Publiser : DiMa